TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Sekaa Jegog Kumara Widya Suara Tampil Heroik di PKB 2025, Gema Jembrana Guncang Ardha Candra

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Selasa, Juni 24, 2025
Gambar Utama

 


Sekaa Jegog dari Sanggar Seni Kumara Widya Suara, Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Duta Kabupaten Jembrana tampil heroik di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Senin (23/6). Foto Ist /InfoDewataNews. 


INFODEWATANEWS.COM, Denpasar – Suara hentakan bambu berpadu dengan semangat para penabuh muda menggema di Taman Budaya Bali, Denpasar. Sekaa Jegog dari Sanggar Seni Kumara Widya Suara, Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Duta Kabupaten Jembrana, tampil memukau dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Senin (23/6).

Bertempat di Kalangan Madya Mandala komplek Taman Budaya Bali, Denpasar, penampilan sekaa jegog ini berhasil menarik ribuan penonton yang memadati area panggung. Irama jegog yang khas, keras, dan berenergi membuat suasana sore itu berubah menjadi pesta bunyi yang membangkitkan semangat penonton.

Sekaa Jegog Kumara Widya Suara tampil dengan membawakan lima garapan utama, yang terdiri dari dua tabuh petegak, satu tabuh kreasi, dan dua garapan tari. Kelima garapan tersebut adalah Tabuh Petegak “Goak Ngolol”, Tabuh Kreasi Jegog “Rotation of Galaxy”, Tari “Luihing Paksi”, Tabuh Teruntungan “Pabuan”, dan Tari Kreasi Jejangeran “Semara Madu”.

Garapan pembuka, Tabuh Goak Ngolol, menghadirkan komposisi jegog klasik dengan ritme cepat dan dinamis. Dentingan bambu besar dan kecil berpadu harmonis, menggambarkan keceriaan dan energi seekor burung gagak yang menemukan mangsanya. Melalui tabuh ini, para penabuh berusaha menonjolkan karakter jegog Jembrana yang eksplosif namun tetap tertata.

Sementara itu, Tabuh Teruntungan “Pabuan” membawa pesan spiritual yang kuat. Garapan ini terinspirasi dari simbol-simbol dalam upacara Hindu Bali—seperti buah, base, pamor, mako, dan gambir—yang diyakini mampu menyucikan jiwa sekaligus memperkuat energi kehidupan. Komposisi tabuh ini tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga sarat dengan nilai filosofis.

Tak kalah menarik, Tabuh Kreasi Jegog “Rotation of Galaxy” menghadirkan eksplorasi musikal yang lebih modern. Melalui garapan ini, sekaa menggambarkan keindahan tata surya dan perputaran galaksi Bima Sakti yang megah. Irama masif dan permainan tempo menggambarkan rotasi alam semesta yang teratur di bawah kekuatan gravitasi. Garapan ini menjadi simbol kemajuan musik jegog yang mampu beradaptasi tanpa meninggalkan akar tradisi.

Untuk sajian tari, Tari Luihing Paksi menampilkan keanggunan gerak yang menggambarkan burung Jalak Putih, simbol kebebasan dan kedamaian. Karya ini digarap oleh I Gede Arya Mayasa, S.Sn sebagai penata tari, dan I Nyoman Sutama, S.Skar sebagai penata tabuh. Kolaborasi keduanya menghadirkan harmoni antara gerak dan iringan yang memikat. 

Sebagai penutup, Tari Kreasi Jejangeran “Semara Madu” menjadi suguhan manis bagi penonton. Tari ini mengisahkan dinamika pergaulan remaja yang penuh keceriaan dan romantisme. Terinspirasi dari tari Jegog Tempo Doloe serta gerak-gerak tari Janger klasik, garapan ini pertama kali dipentaskan pada HUT Kota Negara tahun 2013 dan kini kembali hidup di panggung PKB dengan kemasan lebih segar dan modern.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara, mengungkapkan kebanggaannya atas penampilan duta kesenian Jembrana ini.

“Astungkara, penampilan sekaa jegog ini bisa menghibur sekaligus membanggakan. Animo penonton luar biasa, mereka sangat antusias menyaksikan duta Kabupaten Jembrana tampil di PKB,” ujarnya seusai pertunjukan.

Lebih lanjut, Sapta Negara menambahkan bahwa keberhasilan tampilnya Kumara Widya Suara merupakan hasil latihan intensif selama berbulan-bulan dan dukungan penuh masyarakat Jembrana.

“Mereka sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari. Bukan hanya tampil di panggung, tetapi membawa nama besar Jembrana yang dikenal sebagai tanah kelahiran seni jegog,” imbuhnya.

Melalui penampilan Sekaa Jegog Kumara Widya Suara, gema bambu Jembrana kembali mengguncang Denpasar, membuktikan bahwa jegog tidak sekadar warisan budaya, melainkan juga bentuk ekspresi hidup masyarakat Bali yang penuh semangat dan harmoni.

Editor : Ngurah Ambara /InfoDewataNews. 

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami