INFODEWATANEWS.COM, Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar menggelar kegiatan pengenalan berbagai alat permainan anak tradisional kepada puluhan siswa di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, pada Kamis (30/10).
Pengenalan ini dipimpin oleh Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi oleh narasumber, I Gede Anom Ranuara, beserta beberapa penyuluh bahasa di Kota Denpasar.
Adapun alat permainan tradisional yang disediakan yakni rindik bambu, cagcag, metajog, congklak kayu lipat, bakiak kayu, dan sepit-sepitan. Peserta kegiatan berjumlah kurang lebih 60 orang dari perwakilan SD 14 dan 28 Dangin Puri.
Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara disela sela kegiatan mengatakan perpustakaan kontainer sudah dilengkapi dengan berbagai koleksi bahan bacaan dan alat edukasi, dan tahun ini dilengkapi dengan fasilitas alat permainan tradisional.
"Pengenalan alat permainan tradisional ini sebagai upaya pemenuhan hak tumbuh kembang anak, dengan ini harapannya anak-anak dapat mengetahui macam, jenis, cara bermain permainan tersebut dan bermanfaat bagi perkembangan motorik anak," ungkap Sagung Antari.
Kabid Deposit dan Pengembangan Perpustakaan, Anak Agung Sagung Yuli Suryawathi juga menuturkan pengenalan alat permainan tradisional juga sebagai bentuk pelestarian budaya, dan nilai-nilai luhur bangsa
"Penyediaan alat permainan tradisional ini juga sebagai bentuk pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur bangsa kita disamping untuk melatih perkembangan motorik dan kemampuan kerjasama anak-anak," tutur Sagung Yuli.
Kegiatan pengenalan permainan tradisional ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar untuk memperkaya wawasan literasi budaya sejak dini. Anak-anak diajak mengenal berbagai permainan tradisional seperti congklak, bakiak kayu, dan rindik bambu yang bermanfaat bagi perkembangan motorik dan sosial mereka.
Selain berfungsi sebagai sarana rekreasi, permainan tradisional juga memiliki peran penting dalam membangun karakter anak. Melalui aktivitas yang melibatkan gerak fisik dan interaksi sosial, anak-anak dapat belajar berkomunikasi, bekerja sama, serta menghargai nilai-nilai kebudayaan lokal yang menjadi jati diri bangsa.
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Dengan demikian, keberadaan permainan tradisional tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari proses tumbuh kembang generasi muda yang kreatif, tangguh, dan mencintai budayanya sendiri. (Am/Idn)
Editor : Ngurah Ambara

0Komentar