TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

5 Keris yang Dianggap Sakti Mandraguna di Tanah Jawa

👤 Ngurah Ambara | InfoDewataNews    ðŸ•’ Kamis, November 13, 2025
Gambar Utama
Ilustrasi sebilah keris pusaka Jawa dengan pamor berkilau, menggambarkan kekuatan spiritual dan kewibawaan para ksatria di masa kerajaan kuno Nusantara. Visual AI Ambara / InfoDewataNews)

INFODEWATANEWS.COM, DENPASAR – Sejak masa kerajaan kuno di Nusantara, keris tak hanya menjadi senjata pusaka, melainkan juga simbol kehormatan, kekuasaan, dan spiritualitas. Dalam tradisi Jawa, setiap keris dipercaya memiliki roh dan energi tersendiri, yang dipengaruhi oleh empu pembuatnya serta nasib dari pemiliknya. Di antara ribuan pusaka yang pernah ada, lima keris ini dikenal paling sakti dan penuh legenda di tanah Jawa.

1. Keris Empu Gandring

Ilustrasi Ken Arok berdiri tegak dengan tatapan tajam penuh ambisi, tangan kanannya menggenggam keris pusaka Empu Gandring, Sorot matanya mencerminkan tekad dan nafsu kekuasaan yang kelak mengubah sejarah Singhasari.(Visual AI Ambara / InfoDewataNews)

Keris Empu Gandring melegenda dalam kisah berdirinya Kerajaan Singhasari. Ditempa oleh seorang pandai besi sakti bernama Mpu Gandring atas pesanan Ken Arok, keris ini membawa kutukan yang memakan banyak korban.

Ketika Ken Arok memaksa sang empu untuk menyerahkan keris yang belum rampung, pertengkaran pun terjadi dan Mpu Gandring tewas oleh ciptaannya sendiri. Dalam napas terakhirnya, ia mengutuk bahwa keris tersebut akan menelan tujuh nyawa keturunan Ken Arok.

Kutukan itu benar terjadi. Dari tangan ke tangan, keris tersebut selalu meninggalkan jejak kematian dan perebutan kekuasaan. Hingga kini, kisah Keris Empu Gandring menjadi peringatan bahwa ambisi tanpa kebijaksanaan dapat membawa kehancuran.

2. Keris Nogo Sosro


Ilustrasi Keris kuno yang menjadi simbol kekuasaan dan perlindungan, dipercaya menyimpan energi mistis dari para empu legendaris Jawa. (Visual AI Ambara / InfoDewataNews)

Dari masa Majapahit, muncullah keris legendaris bernama Nogo Sosro. Dibuat oleh Empu Supo Mandrangi pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya V, keris ini memiliki ornamen berbentuk naga di bilahnya — simbol penjaga bumi dan keseimbangan alam.

Keris ini dipercaya mampu menolak bencana dan menjaga ketenteraman kerajaan. Dalam cerita rakyat, Nogo Sosro bahkan dikatakan memancarkan sinar merah ketika bahaya datang, seolah memberi peringatan kepada pemiliknya.

Selain menjadi pusaka kerajaan, keris ini juga dianggap lambang kewibawaan dan perlindungan spiritual bagi siapa pun yang memegangnya.

3. Keris Kyai Sengkelat

Ksatria sakti menantang badai dengan Keris Kyai Sengkelat di tangan, pusaka yang diyakini mampu menangkap petir dan mengusir wabah penyakit. (Visual AI Ambara / InfoDewataNews)

Keris Kyai Sengkelat merupakan karya luar biasa dari empu legendaris, Empu Supo Mandrangi. Memiliki pamor khas dengan lekukan berjumlah tiga belas, keris ini dipercaya memiliki tuah yang besar — dari menolak bala hingga meredam wabah penyakit.

Dalam kisah Majapahit, Kyai Sengkelat pernah digunakan oleh para raja untuk melindungi kerajaan dari musibah yang melanda rakyat. Tak hanya sebagai senjata, Kyai Sengkelat juga menjadi lambang kekuatan dan tanggung jawab seorang pemimpin terhadap kesejahteraan negerinya.

4. Keris Kyai Setan Kober 

Ilustrasi Seorang ksatria dari tanah Jawa berdiri tegak di halaman candi megah, mengenakan busana kerajaan dengan sorot mata penuh wibawa sambil menggenggam sebilah keris pusaka yang memancarkan aura sakti.(Visual AI Ambara / InfoDewataNews)

Nama Kyai Setan Kober lekat dengan sosok Arya Penangsang, Adipati Jipang yang terkenal berani dan keras hati. Keris ini dikenal karena kekuatannya yang luar biasa dalam peperangan, membuat pemiliknya sulit dikalahkan.

Namun kekuatan besar sering kali membawa nasib tragis. Saat bertempur melawan Sutawijaya, Arya Penangsang justru tewas oleh kerisnya sendiri akibat luka parah yang tak disadarinya.

Peristiwa itu membuat Kyai Setan Kober dikenal sebagai pusaka yang tak bisa dimiliki oleh sembarang orang — karena hanya mereka yang berhati teguh dan suci niat yang sanggup menanggung energinya.

5. Keris Condong Campur

Ilustrasi Seorang Raja berdiri gagah di dalam istana berpilar emas, mengenakan busana kerajaan merah maroon berhias perhiasan emas, mengangkat sebilah keris pusaka di bawah cahaya obor yang menyala megah.
(Visual AI Ambara / InfoDewataNews)

Keris Condong Campur, atau disebut juga Kanjeng Kyai Condong Campur, merupakan pusaka Majapahit yang dibuat oleh seratus empu sakti dari berbagai penjuru Nusantara. Logamnya berasal dari berbagai sumber, mencerminkan persatuan kekuatan alam dan manusia.

Konon, keris ini diciptakan untuk memperkuat kejayaan Majapahit dan menjaga harmoni di seluruh wilayah kekuasaannya. Karena dibuat dengan niat suci dan kerja sama banyak empu, Condong Campur dipercaya memiliki aura keseimbangan dan kemakmuran.

Hingga kini, keris ini dianggap sebagai simbol persatuan dan kejayaan masa lampau yang tak lekang oleh waktu.

Lima keris sakti ini bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga saksi perjalanan panjang peradaban Jawa. Di balik bilah tajam dan pamor indahnya tersimpan kisah tentang kekuasaan, pengorbanan, dan nasib yang sering kali tak terduga.

Meski zaman telah berubah, nama-nama seperti Empu Gandring, Nogo Sosro, dan Condong Campur tetap hidup dalam ingatan masyarakat. Mereka menjadi bagian dari identitas budaya Nusantara — warisan yang terus diceritakan dari generasi ke generasi sebagai pengingat akan kebesaran masa lalu dan kebijaksanaan leluhur.

Penulis: Ngurah Ambara | Editor: Redaksi


0Komentar

Copyright© - INFODEWATANEWS.COM . Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami