TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Legenda Keris Ki Pencok Sahang, Anugerah Taring Naga Basuki

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Minggu, November 09, 2025
Gambar Utama

Ilustrasi menggambarkan sosok kesatria Kyai Ngurah Jelantik Bogol memegang keris sakral Ki Pencok Sahang di hadapan Gunung Agung, dengan wujud agung Naga Basuki bermahkota emas dan berlian di latar belakang. Cahaya spiritual hijau keemasan menyelimuti suasana, menandakan anugerah dan kekuatan niskala dalam legenda Bali kuno.Visual AI Ambara / InfoDewataNews


INFODEWATANEWS.COM - Dalam sejarah Bali kuno,nama Keris Ki Pencok Sahang memiliki tempat istimewa. Pusaka ini dipercaya bukan sekadar senjata, melainkan anugerah suci dari Sang Hyang Nagaraja Basuki, penjaga keseimbangan alam dan pelindung Gunung Agung. Kisah lahirnya keris ini, sebagaimana tersurat dalam Babad Puri Blahbatuh dan dituturkan secara turun-temurun, sarat dengan nilai spiritual dan filosofi hubungan manusia dengan kekuatan niskala.

Ceritanya bermula ketika Ni Gusti Ayu Kaler, istri Kyai Ngurah Jelantik Bogol, sedang mandi di sungai. Tiba-tiba sebatang kayu hanyut menghantam tubuhnya. Ia berulang kali menyingkirkan kayu itu, namun setiap kali dibuang, kayu tersebut kembali mengapung ke arahnya. Merasa ada tanda gaib, ia akhirnya membawa kayu itu pulang ke puri dan menaruhnya di dapur untuk dijadikan kayu bakar.

Malam harinya, Kyai Ngurah Jelantik Bogol bermimpi berjalan di sebuah gua yang gelap gulita. Di tengah gua itu, tampak seekor ular raksasa melingkar di atas tumpukan emas dan permata. Dari kepala ular itu terpancar cahaya seperti mahkota, dan setiap kali ia bernafas, keluar api dari hidung dan mulutnya. Ketika ular itu membuka mata, seluruh gua seketika bercahaya. Ular itu memperkenalkan dirinya sebagai Sang Hyang Nagaraja Basuki, penguasa Gunung Agung yang menjaga keseimbangan alam Bali.

Dalam sabdanya, Naga Basuki menyampaikan bahwa ia memberikan taring sucinya sebagai anugerah kepada Kyai Ngurah Jelantik Bogol — tanda restu bagi mereka yang berjuang menegakkan dharma.

Keesokan harinya, Jelantik Bogol teringat pada kayu yang dibawa istrinya. Dengan perasaan penuh keyakinan, ia membelah kayu itu. Dari dalamnya muncul sebilah keris berkilau yang memancarkan sinar lembut. Tak lama, terdengar suara gaib dari langit yang berkata bahwa keris itu adalah taring Naga Basuki, dan hendaknya dinamai Ki Pencok Sahang, karena ditemukan di antara tumpukan kayu bakar (sahang dalam bahasa Bali berarti kayu kering untuk api).

Sejak saat itu, keris ini menjadi pusaka sakral yang diyakini membawa energi pelindung dan penegak keseimbangan. Kesaktiannya terbukti saat Kyai Ngurah Jelantik Bogol diutus oleh Dalem Klungkung untuk menghadapi Dalem Bungkut (Dalem Dukut), penguasa Nusa Penida yang dikenal sakti mandraguna dan kebal terhadap senjata. Dalam perang tanding yang berlangsung dengan penuh kehormatan, Jelantik Bogol hampir kalah. Namun ketika Ki Pencok Sahang dihunus, sinar suci memancar menerangi medan laga.

Dalem Bungkut yang memiliki mata batin tajam segera menyadari pertanda itu. Ia tahu bahwa Dewa Gunung Agung telah berkehendak memanggilnya kembali ke alam sunia. Dengan hati yang lapang dan tanpa kebencian, ia menerima takdirnya dan menyerahkan Nusa Penida ke dalam perlindungan Dalem Klungkung. Pertempuran berakhir tanpa dendam — hanya penghormatan dan dharma kesatria.

Sejak peristiwa itu, Ki Pencok Sahang dikenal sebagai simbol restu spiritual, penyatu dharma dan kesucian niat. Ia bukan sekadar senjata, melainkan wujud kekuatan niskala yang menjaga keharmonisan antara Bali dan Nusa Penida.

Hingga kini, keberadaan pusaka ini masih diselimuti misteri sebagain masyarakat meyakini bahwa Ki Pencok Sahang telah menggaib kembali ke Gunung Agung, menyatu dengan sumber kekuatannya. Diyakini, pusaka ini kini hadir secara niskala sebagai penjaga keseimbangan dan pelindung jagat Bali.

Kisah Keris Ki Pencok Sahang bukan sekadar legenda, melainkan refleksi nilai luhur masyarakat Bali — bahwa kekuatan sejati lahir dari kesucian hati, keberanian dalam menjalankan dharma, serta kerendahan hati di hadapan alam dan para dewa. Dalam setiap tutur rakyat dan yadnya suci, nama keris ini tetap disebut dengan hormat, sebagai simbol anugerah Naga Basuki, pelindung Gunung Agung dan penjaga kehidupan di Pulau Dewata.


🖋️ Penulis: Ngurah Ambara
🗞️ Editor: Redaksi InfoDewataNews


🪶 Legenda Nusantara | Menyusuri kisah suci, mitologi, dan legenda penuh makna dari berbagai daerah di Nusantara. Ruang refleksi nilai budaya dan spiritual yang diwariskan turun-temurun.

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami