TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Wawali Arya Wibawa Buka FGD Road To Kesanga Fest 2026, Ajak Yowana Sumbang Ide Kreatif

👤 Ngurah Ambara | InfoDewataNews    ðŸ•’ Senin, November 10, 2025
Gambar Utama

 

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Road To Kesanga Fest 2026 yang digagas Pasikian Yowana Kota Denpasar di Uma Dewi Kecak Dance, Waribang Kesiman, Minggu (9/11). Kegiatan ini diikuti seluruh Ketua STT se-Kota Denpasar sebagai ajang menggali ide kreatif dan penguatan pelaksanaan Kesanga Festival 2026. (Ist/InfoDewataNews)

INFODEWATANEWS.COM, Denpasar - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Road To Kesanga Fest 2026 yang digagas Pasikian Yowana Kota Denpasar, ditandai dengan yel-yel Kesanga Festival, di Uma Dewi Kecak Dance Waribang Kesiman, Minggu (9/11). 

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Ketua STT se-Kota Denpasar ini bertujuan untuk menggali potensi serta ide kreatif Yowana Kota Denpasar, khususnya dalam bidang seni ogoh-ogoh.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Puwantara, Budayawan Kota Denpasar, Komang Indra Wirawan atau akrab disapa Komang Gases, Gede Anom Ranuara atau Guru Anom, dan Forum Bendesa Adat Kota Denpasar.

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Made Angga Harta Yana dalam laporannya menjelaskan, ogoh-ogoh merupakan sebuah karya seni yang hingga kini telah menjadi tradisi bagi masyarakat Bali. Di Kota Denpasar, rangkaian Hari Suci Nyepi tidak saja diisi dengan aktivitas tradisi dan hari suci, namun telah berkembang dengan kegiatan anak muda berbasis kreatifitas bernama Kesanga Festival dan telah menjadi sebuah barometer di Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk mempersiapkan Kesanga Festival Tahun 2026, maka dirasa perlu dilaksanakan kegiatan FGD ini, yang juga ditujukan untuk evaluasi atas pelaksanaan kegiatan tahun sebelumnya. Hal ini lantaran, masih banyak hal yang harus terus dioptimalkan seiring kemajuan zaman saat ini. 

"Tentu harapan kami kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk mengevaluasi dan mengembangkan pelaksanaan Kesanga Fest di Tahun 2026 mendatang, sehingga mampu terus mewadahi kreatifitas anak muda Denpasar, khususnya untuk seni ogoh-ogoh," ujarnya 

Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sekapur sirihnya mengatakan, jika dilihat dinamika dan fenomena kreatifitas STT Kota Denpasar saat ini telah menjadi barometer kebudayaan dan seni yang dilakoni generasi muda di Bali. 

Tetapi, lebih dari itu, lanjut Wawali Arya Wibawa, perlu juga dipelajari tentang kelemahan yang mendasar yang biasanya melekat di diri anak-anak muda atau dari Yowana-Yowana di Kota Denpasar, yaitu ketidakkonsistenan. 

"Biasanya jika merasa sudah terkenal daya juang dan spirit anak-anak muda menurun. Hal ini yang perlu dihindari. Nah, itu yang kita perlu hindari. Artinya, setiap perhelatan Kesanga Festival tentu harus mempunyai kualitas yang terus naik," tutur Wawali Arya Wibawa.

Penyelenggaraan FGD ini kata Arya Wibawa adalah cara yang baik untuk dapat bertukar ide, pikiran yang belum ada pada tahun lalu. Setiap anggota Yowana yang hadir di acara tersebut juga diminta untuk dapat memberikan sumbangsih pemikiran, tidak hanya dari sisi narasumber saja. Hal ini lantaran, Kesanga Festival lahir dari anak-anak muda dan juga untuk anak-anak muda. 

Wawali Arya Wibawa juga menekankan pada kesempatan itu, beberapa hal berkaitan dengan Kesanga Festival. Antara lain, soal rencana untuk mematenkan Kesanga Festival sebagai produk budaya asli Kota Denpasar. Hal lainnya juga adalah berkaitan dengan teknis pelaksanaan Kesanga Festival, seperti ragam kuliner Kesanga Festival yang memerlukan proses kurasi detail dan maksimal.

Selain itu, faktor cuaca saat pelaksanaan juga menjadi hal yang harus diperhatikan oleh para panitia penyelenggara. Karena seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya animo masyarakat begitu tinggi untuk menyaksikan perhelatan ini. Tak hanya dari Kota Denpasar, bahkan tamu dari luar Bali, seperti Jakarta juga sangat antusias untuk dapat menyaksikan acara itu.

"Perlu diingat, tahun ini, akan diresmikan patung yang ada di Lapangan Puputan Badung, yang akan menjadi ikon Kota Denpasar. Patung tersebut terdapat relief-relief yang lahir dari tokoh seniman ogoh-ogoh kita," ujarnya.

Hal penting lainnya yang juga ditekankan Arya Wibawa adalah soal lomba Ogoh Ogoh mini yang melibatkan daerah lain, yakni Tabanan dan Badung. Dirinya juga mempersilahkan apakah lomba ini akan digelar hingga ke skala regional atau bahkan nasional.

Selanjutnya para Yowana juga diminta untuk dapat merancang tentang teknis display Ogoh Ogoh yang ada di panggung utama. Hal lain yang juga dikatannya, adalah upaya  promosi masif terkait dengan pelaksanaan Kesanga Festival sehingga secara luas dapat dikenal oleh masyarakat. 

"Saya juga berharap ada penguatan-penguatan dari stakeholder yang terkait. Itu yang pertama. Kemudian promosi masif juga perlu dilakukan, misalnya lewat media sosial yang bersifat kontinyu. Harapannya, kualitas Kesanga Fest 2026 akan meningkat,“ tutup Arya Wibawa.(RLS /IDN). 

0Komentar

Copyright© - INFODEWATANEWS.COM . Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami