TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Asal Usul Garuda Kencana, Burung Raksasa Berbulu Emas dan Lahirnya Ajian Garuda Mas

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Jumat, Desember 12, 2025
Gambar Utama

Ilustrasi Garuda Kencana, burung raksasa berbulu emas yang terbang sambil menampilkan cakar kekarnya di atas Hutan Dirah yang berkabut. Visual AI Ambara / InfoDewataNews.

INFODEWATANEWS.COM – Dalam tradisi lisan dan kisah-kisah kuno Bali, sosok Garuda Kencana—burung raksasa berbulu emas yang mampu berbicara layaknya manusia—menjadi salah satu makhluk mistis paling melegenda. Sosok ini dikisahkan hidup pada masa Nyi Calonarang masih berkuasa di jagad Dirah. Kehadirannya bukan hanya sebagai makhluk gaib, tetapi juga sebagai rencang (pengikut) Dewi Durga dengan tugas khusus yang sangat menakutkan bagi siapa pun yang mendengar namanya.

Garuda Kencana, Penjaga Hutan Dirah Perintah Dewi Durga

Menurut kisah-kisah kuno, Garuda Kencana diangkat sebagai pengikut Nyi Calonarang atas titah langsung Dewi Durga. Nama “Kencana” berarti emas, menggambarkan bulu tubuhnya yang berkilau seperti cahaya matahari.

Dewi Durga memberikan satu mandat penting kepada Sang Garuda: menjaga Hutan Dirah dari siapa pun yang mencoba mengusiknya. Jika ada manusia yang masuk tanpa izin atau membawa niat buruk, Garuda Kencana berhak memangsanya.

Sejak saat itu, Hutan Dirah menjadi wilayah yang sangat ditakuti. Banyak masyarakat yang hilang tanpa jejak setelah memasuki hutan tersebut, diduga menjadi mangsa burung raksasa itu.

Kegelisahan Kerajaan Kediri dan Misi Patih Ekajaya

Rumor tentang burung raksasa pemangsa manusia akhirnya sampai ke telinga Raja Airlangga di Kerajaan Kediri. Kekhawatiran pun muncul, terutama karena wilayah kerajaan mulai diganggu oleh kejadian misterius dari arah Dirah.

Untuk menyelesaikan ancaman tersebut, Raja Airlangga mengutus Patih Ekajaya beserta pasukan pilihan menuju Hutan Dirah dengan satu tujuan: memburu Garuda Kencana.

Setibanya di wilayah terdalam Hutan Dirah, Patih Ekajaya mendapati pemandangan yang sangat mengerikan. Di bawah sebuah pohon raksasa, berserakan tulang-belulang manusia. Di antara cabangnya menggantung organ-organ manusia yang sudah mengering. Di situlah sarang Garuda Kencana berada.

Pertarungan Sengit di Jantung Hutan Dirah

Kedatangan pasukan kerajaan membangunkan Garuda Kencana dari tidurnya. Sang burung raksasa melesat ke udara, mengepakan sayap yang begitu besar hingga angin ribut seketika menyapu pohon-pohon di sekitarnya.

Dengan suara menggelegar, Garuda Kencana memperingatkan Patih Ekajaya untuk meninggalkan hutan. Namun Patih Ekajaya yang teguh menjalankan perintah raja justru menantangnya bertarung.

Pertempuran pun terjadi dengan sangat hebat.

Garuda Kencana menyambar dari udara, serangannya begitu cepat dan mematikan. Patih Ekajaya berkali-kali terlempar karena hempasan sayap raksasa itu. Namun dalam satu kesempatan ketika Garuda Kencana kembali menukik, Patih Ekajaya berhasil menusuk sayapnya dengan keris sakti. Sayap emas itu robek, membuat Garuda Kencana tak mampu terbang dan jatuh ke tanah.

Melihat kesempatan terbuka, Patih Ekajaya segera menghabisi Sang Garuda Kencana, mengakhiri teror burung raksasa penjaga Hutan Dirah.

Kesedihan Nyi Calonarang dan Lahirnya Ajian Garuda Mas

Kematian Garuda Kencana menjadi pukulan berat bagi Nyi Calonarang. Ia segera menghadap Dewi Durga untuk memohon maaf karena tidak mampu menjaga makhluk sakti yang telah dipercayakan kepadanya.

Namun Dewi Durga bersabda bahwa kematian Garuda Kencana adalah bagian dari takdir. Sebagai gantinya, Dewi Durga memberikan sebuah anugerah ilahi berupa Ajian Garuda Kencana, yang kemudian lebih dikenal sebagai Ajian Leak Garuda Mas.

Ajian inilah yang nantinya memungkinkan seorang penekun pengiwa berubah wujud menjadi burung raksasa berbulu emas, mewarisi sebagian kekuatan Garuda Kencana yang telah tiada.

Dalam Pementasan Calonarang

Dalam berbagai pementasan Calonarang di Bali, sosok Garuda Mas atau Garuda Kencana sering dihadirkan sebagai salah satu tokoh penting. Wujudnya digambarkan dengan sayap raksasa, bulu keemasan, serta tubuh besar yang memancarkan cahaya mistis—simbol dari kekuatan ajian yang diberikan Dewi Durga.

Kemunculannya di panggung menjadi bagian dramatis yang menggambarkan hubungan antara dunia manusia, ajian pengiwa, dan kekuatan gaib yang diwariskan dari leluhur nusantara.

Kisah tentang Garuda Kencana dan lahirnya Ajian Garuda Mas bukan sekadar cerita mistis, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang menggambarkan hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan supranatural dalam tradisi Bali. Melalui legenda ini, tampak bagaimana nilai-nilai spiritual, kehormatan, dan konsekuensi dari sebuah tindakan tercermin dalam perjalanan para tokohnya. Hingga kini, sosok Garuda Mas tetap hadir dalam pementasan Calonarang dan berbagai seni pertunjukan lainnya sebagai simbol kekuatan sakral yang diwariskan turun-temurun. Dengan memahami kisah tersebut, masyarakat dapat melihat lebih dalam makna di balik setiap ajian, bukan hanya sebagai unsur horor, tetapi sebagai bagian penting dari narasi budaya Bali yang kaya dan penuh filosofi.

Penulis : Ngurah Ambara
Editor : Redaksi InfoDewataNews

🪶 Legenda Nusantara | Menyusuri kisah suci, mitologi, dan legenda penuh makna dari berbagai daerah di Nusantara. Ruang refleksi nilai budaya dan spiritual yang diwariskan turun-temurun.

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami