TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

16 Besar Ogoh-Ogoh Denpasar Siap Tampil di Catus Pata Catur Muka

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Jumat, Februari 27, 2026
Gambar Utama

Ogoh-ogoh karya ST. Mekar Sari dari Banjar Kesambi, Desa Kesiman Kertalangu, menampilkan karakter dengan ekspresi kuat dan detail anatomi yang khas, mencerminkan pengolahan tema yang terinspirasi dari cerita tradisional Bali. Foto :Ambara /InfoDewataNews 


INFODEWATANEWS.COM, Denpasar – Sebanyak 16 ogoh-ogoh terbaik hasil seleksi tingkat Kota Denpasar dipastikan lolos dan akan tampil di kawasan Catus Pata Catur Muka. Para peserta ini merupakan hasil kurasi dari proses penilaian ketat dalam Seleksi Ogoh-Ogoh Besar Kota Denpasar yang menjadi bagian dari rangkaian Kasanga Festival.

Seleksi ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek penilaian, di antaranya anatomi bentuk ogoh-ogoh, keselarasan dengan tema yang diangkat dari cerita-cerita Bali, nilai filosofi, teknik pengerjaan, hingga inovasi dan kekompakan tim. Dengan standar tersebut, setiap peserta dituntut tidak hanya menampilkan karya yang menarik secara visual, tetapi juga memiliki makna yang kuat sesuai dengan nilai-nilai budaya Bali.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, ST. Cantika dari Banjar Sedana Mertha, Ubung, berhasil meraih nilai tertinggi yakni 456,6. Posisi berikutnya ditempati ST. Yowana Sawitra dari Banjar Abiantimbul, Pemecutan Kelod dengan nilai 445,2, disusul ST. Eka Dharma dari Banjar Saih, Peguyangan Kaja dengan nilai 441,25.

Persaingan ketat juga terlihat pada posisi selanjutnya, di mana ST. Sukarela (Banjar Kepisah, Pedungan) memperoleh nilai 440,8 dan ST. Satya Dharma (Banjar Pekandelan, Sanur Kaja) dengan nilai 440,75. Sementara itu, ST. Yowana Kertha Yoga dari Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja mencatatkan nilai 436,7.

Berikutnya, ST. Dharma Cita dari Banjar Abian Kapas Tengah, Sumerta meraih nilai 435,85, disusul ST. Swastika dari Banjar Pekambingan, Dauh Puri dengan nilai 433,5. ST. Dharma Santika dari Banjar Tembawu Kelod, Penatih memperoleh nilai 432,35.

Di posisi sepuluh besar, ST. Eka Cita dari Banjar Abian Kapas Kaja, Sumerta mencatat nilai 429,5. Sementara ST. Taruna Dharma Castra dari Banjar Tengah, Sidakarya memperoleh nilai 429,1 dan ST. Swadharmita dari Banjar Ceramcam, Kesiman dengan nilai 429,05.

Selanjutnya, ST. Dwi Tunggal dari Banjar Antap, Panjer meraih nilai 428,95, diikuti ST. Bineka dari Banjar Binoh Kelod, Ubung Kaja dengan nilai 427,15. ST. Semadhi Dharma Putra dari Banjar Pohgading, Ubung Kaja mencatat nilai 427, dan ditutup oleh ST. Mekar Sari dari Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu dengan nilai 420,3.

Ke-16 peserta ini akan mewakili wilayahnya masing-masing untuk tampil di panggung utama Catus Pata Catur Muka yang menjadi pusat perhatian dalam perayaan malam Pengerupukan di Kota Denpasar. Momen ini selalu dinantikan masyarakat karena menampilkan kreativitas ogoh-ogoh terbaik dari seluruh penjuru kota.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya dan wadah ekspresi bagi generasi muda. Melalui ogoh-ogoh, nilai-nilai filosofis tentang keseimbangan antara kebaikan dan keburukan divisualisasikan secara artistik, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan banjar. (Abr /IDN). 


0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami