 |
| Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar bersama perangkat desa dan aparat setempat berfoto usai melaksanakan aksi lingkungan di Banjar Bangun Liman, Desa Buruan, Gianyar, Selasa (31/3/2026). Foto : Ist/InfoDewataNews |
INFODEWATANEWS.COM, GIANYAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di Desa Buruan. Pada Selasa (31/3/2026), kelompok mahasiswa ini menggelar aksi lingkungan terintegrasi di wilayah Banjar Bangun Liman, Desa Buruan, yang difokuskan pada pemulihan ekosistem saluran air setempat.
Program kerja (proker) unggulan yang dinahkodai oleh I Nyoman Suryadana yang dilaksanakan meliputi tiga agenda utama, yakni penyebaran benih ikan koi, pemasangan trash barrier (penghalang sampah) pada saluran air, serta penebaran cairan eco-enzyme. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi pencemaran air sekaligus mempercantik tata kelola saluran air di lingkungan Banjar Bangun Liman, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.
Perbekel Desa Buruan, I Ketut Sumarda, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa dan Dosen Pembimbing kegiatan abdimas.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif para mahasiswa dan dosen pembimbing dari Unmas Denpasar. Sinergi antara perguruan tinggi dan desa seperti ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli dalam menjaga kebersihan saluran irigasi dan sungai, khususnya dari ancaman sampah plastik,” ujarnya.
Dosen Pembimbing kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Anak Agung Putu Arsana, S.S., M.Pd, yang turut hadir di lokasi menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan bentuk pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini tidak hanya sebagai pemenuhan tugas akademik, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. Kami berharap pemasangan trash barrier dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif dalam menghalau sampah agar tidak menyumbat aliran air,” jelasnya.
Selain pemasangan alat fisik, penebaran eco-enzyme menjadi sorotan utama dalam agenda tersebut. Cairan hasil fermentasi limbah organik ini dikenal ampuh untuk menjernihkan air dan menekan pertumbuhan bakteri jahat, sehingga kualitas air di Banjar Bangun Liman diharapkan meningkat secara signifikan setelah dilakukan perawatan rutin.
Kehadiran ikan koi yang ditebar di saluran yang telah dibersihkan diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) warga terhadap lingkungan. Dengan adanya ikan yang hidup di saluran air, masyarakat diharapkan akan lebih memperhatikan kebersihan dan estetika saluran air di lingkungannya tetap sehat.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh aparat keamanan dari Babinsa, Kelian Adat Banjar Bangun Liman, serta seluruh mahasiswa peserta Pengabdian kepada Masyarakat yang bertugas di desa setempat. Kehadiran tokoh adat dan aparat ini mempertegas dukungan komunal terhadap gerakan pelestarian alam yang diprakarsai oleh generasi muda.
Aksi lingkungan ini ditutup dengan diskusi santai mengenai pemeliharaan fasilitas trash barrier agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang. Mahasiswa tim Pengabdian kepada Masyarakat Unmas Denpasar berkomitmen untuk terus mendampingi warga Desa Buruan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya guna bagi seluruh lapisan masyarakat. (Abr /IDN).
0Komentar