TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Niat Menolong Rekan, Agus Suarsa Hilang Terseret Ombak di Pantai Purnama Saat Banyu Pinaruh

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Senin, April 06, 2026
Gambar Utama

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban yang terseret ombak di perairan sekitar Pantai Purnama menggunakan perahu karet, Minggu (5/4/2026), saat momen Banyu Pinaruh.ist/InfoDewataNews 


INFODEWATANEWS.COM, GIANYAR – Peristiwa tragis terjadi di Pantai Purnama saat momen Banyu Pinaruh, Minggu (5/4/2026) pagi. Dua orang dilaporkan tergulung ombak saat berada di area pantai. Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian pengunjung yang memadati kawasan pantai usai melaksanakan ritual penyucian diri, bahkan sempat terekam kamera warga dan beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat suasana panik di antara pengunjung ketika ombak besar datang secara tiba-tiba dan menyeret korban ke tengah laut. Beberapa warga tampak berusaha memberikan pertolongan, sementara yang lainnya hanya bisa menyaksikan dengan cemas karena kuatnya arus dan tingginya gelombang saat itu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, dua orang diketahui terseret ombak. Salah satu korban berhasil diselamatkan oleh tim gabungan bersama warga setempat, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian intensif. Korban yang masih hilang diketahui bernama Agus Suarsa Dharma (27), warga Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga, I Wayan Juni Antara, yang turun langsung ke lokasi kejadian menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WITA. Ia mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban bersama dua rekannya, yakni Kadek Raditya (18) dan satu orang lainnya, tengah mandi di pantai usai mengikuti rangkaian Banyu Pinaruh.

Namun, situasi berubah dengan cepat ketika ombak besar datang dan menggulung Kadek Raditya hingga terseret menjauh dari bibir pantai. Melihat rekannya dalam kondisi berbahaya, Agus Suarsa dengan sigap berusaha memberikan pertolongan tanpa memikirkan keselamatannya sendiri.

“Korban Agus Suarsa sempat berhasil menolong Kadek Raditya hingga selamat. Namun setelah itu, ombak besar kembali datang dan justru menyeret Agus Suarsa hingga tenggelam dan terseret arus,” jelasnya.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar sekitar pukul 08.00 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue segera dikerahkan menuju lokasi dengan membawa peralatan SAR laut untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

Upaya pencarian dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan dengan membagi area pencarian menjadi dua sektor, yakni laut dan darat. Penyisiran di laut dilakukan menggunakan satu unit perahu karet dengan jangkauan area pencarian mencapai sekitar 1,5 mil laut (NM) dari titik kejadian. Sementara itu, penyisiran darat dilakukan dengan menyisir sepanjang garis pantai ke arah timur dan barat untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus ke bibir pantai.

Meski dihadapkan pada kondisi gelombang yang cukup tinggi dan arus laut yang kuat, tim SAR tetap berupaya maksimal melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel di lapangan. Koordinasi antar unsur juga terus dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian dan mempercepat proses evakuasi.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI AL, Polairud Polres Gianyar, BPBD Kabupaten Gianyar, Balawista Kabupaten Gianyar, Polsek Sukawati, Koramil 1616 Sukawati, serta sejumlah potensi SAR lainnya seperti Bali Rescue, Surf Rescue, BRC, Orari, dan dukungan masyarakat setempat serta keluarga korban yang turut memantau proses pencarian.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban Agus Suarsa masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi apa pun, agar keluarga mendapatkan kepastian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di pantai, terutama pada momen hari suci seperti Banyu Pinaruh yang biasanya diwarnai dengan meningkatnya jumlah pengunjung. Kondisi alam yang tidak menentu, seperti gelombang tinggi dan arus kuat, dapat sewaktu-waktu membahayakan keselamatan, sehingga penting untuk selalu memperhatikan situasi dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (Abr /IDN). 

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami