TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Pemkot Denpasar Dorong Pariwisata Berbasis Ekonomi Sirkular, Horeka Diminta Terapkan Konsep Waste to Worth

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Selasa, April 28, 2026
Gambar Utama

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, berfoto bersama peserta usai pembukaan Gathering Destinasi Pariwisata Kota Denpasar di Grand Mercure Sanur, Selasa (28/4), sebagai komitmen bersama mendorong pariwisata berkelanjutan melalui konsep ekonomi sirkular. (Ist). 


INFODEWATANEWS.COM, Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar mendorong sektor pariwisata destinasi dan Hotel, Restoran, Cafe/Katering (Horeka) untuk menerapkan ekonomi sirkular yang menggabungkan sektor bisnis pariwisata dengan pengolahan sampah/limbah berkelanjutan. Hal tersebut diungkapkan Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mewakili Walikota Denpasar saat membuka Gathering Destinasi Pariwisata Kota Denpasar di Grand Mercure Sanur, Selasa (28/4). Kegiatan tersebut merupakan momentum penyamaan persepsi dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan sesuai konsep Waste to Worth dengan sistem ekonomi sirkular yang mengedepankan 5 R (Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, dan Recovery). 

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pelaksanaan Gathering Destinasi Pariwisata Kota Denpasar Tahun 2026 ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri atas 40 Daerah Tujuan Wisata (DTW) dan 40 perwakilan pemilik usaha Horeka. 

Dikatakannya, berbagai narasumber turut dihadirkan. Yakni Inspektur Daerah Kota Denpasar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Perwakilan Eling Ring Pertiwi, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada), Perwakilan Blockchain, I Komang. T. Ananda. D. Priantara,  dan Management PT. Bali Ocean Magic -Waterboom Bali, Syifa Muntaha. 

"Mari kita samakan persepsi mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar dengan konsep Waste to Worth," ujarnya. 

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menegaskan bahwa sebagai kota pariwisata berbasis budaya, Denpasar tidak hanya dituntut menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, tetapi juga memastikan pengelolaan destinasi dilakukan secara berkelanjutan. 

“Kami tidak bisa lagi memandang sampah sebagai persoalan biasa. Ini adalah isu strategis yang berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan ekonomi sirkular sejalan dengan waste to worth. Dimana, konsep ini menjadi langkah strategis dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah. Konsep ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Denpasar yang mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber, mulai dari pemilahan, pengurangan, hingga pengolahan yang dilakukan sejak dari hotel, restoran, kafe, hingga destinasi wisata. 

“Kami mendorong pelaku pariwisata baik destinasi dan Horeka agar mulai menerapkan sistem ekonomi sirkular. Dimana, pendekatan ini mendorong kita untuk melihat sampah sebagai potensi dengan konsep 5R, dimana sampah bukan sekadar residu yang harus dibuang,” tambahnya.

Eddy Mulya menekankan bahwa sektor Horeka memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam mendukung upaya tersebut. Langkah sederhana seperti pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengolahan sisa makanan menjadi kompos, serta pemanfaatan kembali material yang masih bernilai dinilai mampu memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. 

“Jika setiap pelaku usaha, termasuk usaha pariwisata konsisten melakukan langkah kecil ini, dampaknya akan sangat besar bagi kebersihan kota kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sekda Eddy Mulya mendorong terbentuknya ekosistem kolaboratif antara pelaku pariwisata, pelaku usaha Horeka, komunitas, pengelola sampah, serta pemerintah. Melalui kolaborasi ini, diharapkan rantai pengelolaan sampah berbasis sumber dapat berjalan secara terintegrasi, sehingga sampah tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan diolah menjadi produk bernilai seperti kompos, material daur ulang, hingga produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. 

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa sinergi, upaya ini tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa kegiatan gathering yang dilaksanakan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama, berbagi praktik baik, serta membangun sinergi dalam mewujudkan pariwisata Denpasar yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Ia berharap forum ini mampu melahirkan langkah nyata yang dapat diimplementasikan di masing-masing destinasi dan usaha Horeka, sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi budaya baru dalam pengelolaan pariwisata di Kota Denpasar. 

“Kami berharap ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan,” pungkasnya. (RLS /IDN). 


0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami