TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Save kak Petruk! Musisi Bali Ary Kencana galang donasi terkumpul Rp 8jt

👤 Ngurah Ambara | InfoDewataNews    ðŸ•’ Senin, Juni 09, 2025
Gambar Utama


Musisi pop Bali Ary Kencana bersama istrinya saat mengunjungi kediaman seniman legendaris I Nyoman Subrata (Petruk) di Bangli dan menyerahkan donasi hasil penggalangan solidaritas pada Minggu (8/6/2025). (Foto: FB Ary Kencana/InfoDewataNews)




INFODEWATANEWS.COM, Denpasar – Ketidakhadiran seniman legendaris Drama Gong Bali, I Nyoman Subrata atau yang lebih dikenal dengan nama Petruk, dalam ajang bergengsi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025 menimbulkan gelombang reaksi dan empati dari masyarakat luas. Sosok Petruk yang selama ini dikenal sebagai ikon seni lawak tradisional Bali, tiba-tiba absen dari panggung yang selama puluhan tahun menjadi wadah ekspresi dan pengabdian seninya.

Isu absennya Petruk pertama kali mencuat di media sosial. Banyak netizen dan pecinta seni tradisional Bali mempertanyakan alasan di balik tidak tampilnya maestro tersebut. Berbagai komentar bermunculan di dunia maya, sebagian besar menyayangkan keputusan panitia PKB yang dinilai tidak memberi ruang bagi sang pelawak legendaris untuk turut serta dalam gelaran seni tahunan ini.

Menanggapi isu tersebut, Tim Kurator PKB XLVII menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi Petruk untuk tampil. Namun, panitia hanya mengingatkan agar dalam setiap pementasan menghindari unsur “jaruh, buduh, dan memisuh” atau kata-kata kasar di atas panggung yang tidak sesuai dengan etika pertunjukan PKB. Kendati demikian, publik tetap menilai bahwa absennya Petruk merupakan kehilangan besar, mengingat kontribusinya terhadap pelestarian Drama Gong Lawas, genre teater tradisional Bali yang pernah mencapai puncak kejayaan di era 1980–1990-an.

Di tengah perdebatan publik tersebut, langkah simpatik datang dari musisi pop Bali Ary Kencana, pencipta dan penyanyi lagu populer “Putih Bagus”. Ia bersama istrinya mendatangi langsung kediaman Petruk di Kelurahan Kawan, Bangli, pada Minggu (8/6/2025). Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk dukungan moral dan solidaritas seniman muda kepada seniornya yang telah berjasa besar dalam dunia seni peran tradisional Bali.

Melalui akun Facebook pribadinya, Ary Kencana mengunggah tulisan berjudul “SAVE KAK PETRUK – Sayangin Saenune Maurip, Di Idupne Baang Ngidih Bekel, Lebih Baik”. Dalam unggahan tersebut, ia mengajak masyarakat Bali untuk ikut membantu Petruk melalui donasi sukarela. Ary mencantumkan informasi rekening BCA nomor 6690511973 atas nama I Gede Dodo Arsana, sebagai wadah penyaluran bantuan.

“Donasi ini untuk mendukung Kak Petruk. Bukti transfer bisa diunggah di kolom komentar untuk transparansi. Saya, sebagai orang yang pernah terhibur oleh lawakan beliau, merasa berempati. Di usia beliau yang sudah lanjut, seharusnya beliau dihargai atas jasanya yang telah membangkitkan seni Drama Gong Bali,” tulis Ary dalam unggahannya.

Respon publik pun luar biasa. Dalam waktu singkat, dukungan mengalir dari berbagai penjuru Bali, baik dari sesama seniman maupun masyarakat umum. Mereka mengirimkan donasi dengan penuh keikhlasan, sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi Petruk yang telah menghibur dan mendidik lewat satire dan lawakan khasnya.

Dalam video yang diunggah di media sosial, tampak momen haru saat Ary Kencana menyerahkan hasil donasi langsung kepada Petruk. Total sementara yang terkumpul mencapai Rp8 juta, yang disebut sebagai “pengganti honor tidak tampil di PKB.” Saat menerima bantuan itu, Petruk tampak terharu dan meneteskan air mata.

“Kata-kata hari ini luar biasa. Meski tidak sedarah, tapi banyak yang peduli dengan saya. Terima kasih atas perhatiannya kepada orang tua,” ucap Petruk sambil menahan haru.

Ary Kencana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penggemar yang turut membantu. Ia berjanji akan terus melanjutkan penggalangan donasi selama masih ada masyarakat yang ingin berpartisipasi. “Tadi saya lihat ada yang transfer lagi, besok kami cek berapa jumlahnya yang masuk, akan kami kirim lagi ke Bapa Petruk,” tulisnya di unggahan lanjutan.

Kisah ini menjadi potret menyentuh tentang rasa gotong royong dan kepedulian antar seniman Bali. Di tengah gemerlap panggung PKB, di luar sorotan utama, muncul kisah sederhana tentang solidaritas, penghormatan, dan cinta terhadap sosok yang telah berjasa besar dalam menjaga warisan seni budaya.

Petruk sendiri dikenal luas sebagai seniman yang konsisten menghidupkan drama gong klasik dengan gaya lawakan cerdas, kritik sosial halus, dan spontanitas tinggi. Ia bukan sekadar pelawak, tetapi pelestari tradisi, penggerak teater rakyat, dan simbol kreativitas seni Bali yang membumi.

Ketidakhadiran Petruk di PKB 2025 memang meninggalkan ruang kosong di hati para penggemarnya. Namun dukungan moral dan materi yang mengalir deras dari masyarakat menjadi bukti bahwa cinta terhadap seniman sejati tak pernah padam. Semangat itu pula yang diharapkan mampu menguatkan Petruk untuk terus berkarya, meski tak lagi di panggung megah PKB, tetapi di hati rakyat yang mencintainya.

(Ngurah Ambara / InfoDewataNews)

0Komentar

Copyright© - INFODEWATANEWS.COM . Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami