TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Jelajahi Warisan Budaya Bali: Inilah Jadwal PKB Rabu, 9 Juli 2025

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Rabu, Juli 09, 2025
Gambar Utama


Peserta pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025 melintas di kawasan Niti Mandala Renon, Denpasar, dengan latar megah Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi. Suasana meriah penuh warna ini menjadi wujud semangat pelestarian seni dan budaya Bali. Foto : Bli Gede Bagoes / InfoDewataNews


INFODEWATANEWS.COM, DENPASAR – Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII tahun 2025 kembali menghadirkan rangkaian acara budaya yang memperkaya pengetahuan dan memberi hiburan bagi masyarakat luas. Memasuki Rabu, 9 Juli 2025, berbagai kegiatan menarik digelar di sejumlah panggung dan ruang pertunjukan di kawasan Taman Budaya Denpasar. Dari pagi hingga malam, suasana seni yang hidup terasa menyelimuti setiap sudut Art Centre, tempat para seniman mempersembahkan karya terbaiknya untuk menjaga napas kebudayaan Bali.

Kegiatan hari ini dibuka dengan Temuwirasa atau sarasehan bertema “Pengetahuan Tradisional Membuat Gamelan”, yang berlangsung di Ruang Rapat Padma, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, mulai pukul 10.00 WITA. Acara ini menjadi wadah edukatif yang menghadirkan para ahli karawitan dan pengrajin gamelan tradisional untuk berbagi pengetahuan tentang filosofi dan proses pembuatan gamelan.

Dalam diskusi ini, para peserta diajak memahami makna di balik setiap langkah pembuatan gamelan, mulai dari pemilihan bahan logam, teknik penempaan, hingga prosesi sakral yang menyertai proses pembuatannya. Gamelan tidak hanya dilihat sebagai alat musik, melainkan juga simbol keseimbangan antara manusia dan alam, serta media komunikasi spiritual dalam tradisi Bali. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan semakin mencintai dan melestarikan karawitan sebagai warisan budaya yang hidup dan bernilai tinggi.

Menjelang sore hari, suasana Taman Budaya semakin semarak dengan digelarnya Utsawa atau Parade Nglawang yang mengambil rute di seputaran area Taman Budaya. Atraksi ini dibawakan oleh Sanggar Gong Suling Ghita Alangen dari Kecamatan Payangan, mewakili Duta Kabupaten Gianyar. Parade Nglawang dikenal sebagai prosesi magis yang menampilkan sosok-sosok bertopeng, diiringi tabuhan gong dan suling yang menggema.

Tradisi ini dipercaya membawa energi positif dan mampu menolak bala, sekaligus menjadi sarana membersihkan lingkungan secara niskala. Bagi penonton, Nglawang menjadi tontonan yang tak hanya indah, tetapi juga penuh makna spiritual. Setiap gerak dan tabuhan menggambarkan keseimbangan antara dunia nyata dan dunia tak kasat mata, menghadirkan pengalaman budaya yang otentik bagi para pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara yang ikut menyaksikan.

Malam harinya, suasana panggung berubah semakin meriah dengan dua pergelaran besar yang berlangsung serentak di dua lokasi berbeda. Di Kalangan Ayodya, tampil Sanggar Seni Bajra Geni dari Banjar Batu, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, mewakili Duta Kabupaten Badung. Mereka mempersembahkan Rekasadana atau Pergelaran Topeng Bondres, sebuah seni tradisional yang memadukan unsur humor, kritik sosial, dan filosofi kehidupan masyarakat Bali. Tokoh-tokoh bondres seperti Panjul, Wayan Kolok, dan Cenik tampil dengan gaya khas yang mengundang tawa penonton. Di balik leluconnya, tersimpan pesan moral tentang kehidupan, kesederhanaan, dan pentingnya saling menghormati.

Sementara itu, di Panggung Terbuka Ardha Candra, digelar Utsawa atau Parade Gong Kebyar Dewasa yang menampilkan dua duta daerah. Sekaa Gong Bandana Sidhi Gurnita dari Desa Adat Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, mewakili Kota Denpasar, tampil beradu kreativitas dengan Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna dari Yowana Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.

Pertunjukan Gong Kebyar selalu menjadi daya tarik utama di setiap pelaksanaan PKB. Dentuman gamelan yang ritmis berpadu dengan semangat para penabuh muda menghadirkan energi luar biasa yang membangkitkan rasa bangga akan kekayaan musikal Bali. Tabuhan yang cepat, dinamis, dan penuh emosi menjadi simbol kreativitas dan kedisiplinan seniman Bali dalam menjaga tradisi leluhur.

Melalui rangkaian kegiatan hari ini, PKB kembali membuktikan dirinya bukan sekadar festival seni, melainkan ruang pengabdian budaya yang menjaga nyala tradisi. Setiap pementasan, baik dalam bentuk diskusi, parade, maupun pertunjukan musik dan tari, menjadi pengingat bahwa seni Bali adalah sumber nilai dan identitas yang terus hidup.

Pesta Kesenian Bali bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Masyarakat diimbau untuk hadir langsung ke Taman Budaya Denpasar dan menikmati keindahan seni Bali yang autentik, sekaligus ikut menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya yang telah mendunia.

Penulis: Ngurah Ambara
Editor: Redaksi InfoDewataNews


0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami