TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Meriahkan Akhir Pekan, Inilah Jadwal Lengkap Pesta Kesenian Bali (PKB) Jumat, 4 Juli 2025

👤 Ngurah Ambara | InfoDewataNews    ðŸ•’ Jumat, Juli 04, 2025
Gambar Utama

 


Penampilan peserta pawai pembukaan PKB XLVII 2025 di Denpasar menampilkan kekayaan busana adat, tari, dan musik tradisional dari berbagai daerah di Bali. (Ist/InfoDewataNews)


INFODEWATANEWS.COM, Denpasar - Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII tahun 2025 terus menjadi magnet budaya yang tak pernah kehilangan pesonanya. Setiap harinya, ribuan pengunjung memadati area Taman Werdhi Budaya Art Center Denpasar untuk menyaksikan ragam atraksi seni dan tradisi yang menampilkan kekayaan warisan budaya Bali dari berbagai daerah.

Pada Jumat, 4 Juli 2025, rangkaian acara PKB kembali menghadirkan sajian menarik yang berlangsung dari pagi hingga malam hari. Sejak pukul 07.30 WITA, suasana sudah ramai di Lapangan Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali, tempat digelarnya Jantra Tradisi Bali: Murtirupa. Kegiatan ini menampilkan demonstrasi permainan tradisional Mejaran-jaranan oleh Komunitas Permainan Tradisional Banyuning dari Kabupaten Buleleng. Permainan klasik yang dulu menjadi hiburan anak-anak di desa kini kembali dihadirkan untuk mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

Masih di lokasi yang sama, mulai pukul 08.00 WITA, suasana semakin semarak dengan Jantra Tradisi Bali: Pacentokan (Lomba) Olahraga Tradisional. Peserta dari berbagai komunitas ikut serta dalam kompetisi Metajog, Terompah, dan Deduplak, yang menantang ketangkasan dan kekompakan tim. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pelestarian olahraga tradisional yang kini mulai jarang dijumpai di tengah gempuran permainan digital.

Memasuki sore hari, sorotan berpindah ke panggung seni di kawasan Kalangan Angsoka. Tepat pukul 14.00 WITA, Sanggar Seni Candrawangsa dari Banjar Dalem, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung tampil memukau lewat Rekasadana (Pergelaran) Gamelan Inovatif. Sentuhan kreativitas anak muda berpadu dengan kekuatan tradisi, menghadirkan warna baru dalam dunia karawitan Bali tanpa menghilangkan esensi klasiknya.

Sementara itu, pada pukul 17.00 WITA di Gedung Ksirarnawa, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar turut memeriahkan PKB dengan pergelaran fragmentari bertajuk “Samyoga Jagadhita.” Pertunjukan ini menyatukan unsur teater, tari, dan musik yang menggambarkan keharmonisan antara manusia dan alam dalam filosofi kehidupan Bali. Di waktu bersamaan, Kalangan Ratna Kanda menjadi pusat perhatian lewat pergelaran Kesenian Gandrung oleh Sekhe Gandrung Eka Budaya dari Banjar Ketapian Kelod, Denpasar Timur. Tarian ini menampilkan pesona gerak gemulai dan ekspresi yang memikat penonton.

Menjelang malam, kemeriahan semakin terasa di Panggung Terbuka Ardha Candra, tempat digelarnya Wimbakara (Lomba) Tari Barong Ket. Empat sanggar dari berbagai kabupaten tampil bergantian menunjukkan keindahan dan keanggunan gerak barong sebagai simbol pelindung dan keseimbangan kosmis. Sanggar Kayonan dari Klungkung, Sanggar Kumarajaya dari Bangli, Sanggar Tri Bhuwana Giri dari Buleleng, serta Komunitas Seni Kerta Yowana dari Gianyar tampil memukau dengan ciri khas daerah masing-masing.

Sebagai penutup hari, Sanggar Seni Gita Lestari dari Banjar Patolan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Duta Kabupaten Gianyar menampilkan Dramatari Topeng Panca di Kalangan Ayodya. Pertunjukan ini mengajak penonton menikmati kisah moral dan filosofis melalui karakter topeng yang merepresentasikan beragam watak manusia.

Masyarakat diimbau datang lebih awal agar mendapatkan tempat duduk nyaman dan menikmati seluruh rangkaian pertunjukan tanpa terlewat. Panitia juga mengajak pengunjung untuk mengenakan busana adat Bali atau pakaian sopan selama berada di area Pesta Kesenian Bali sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya.

Pesta Kesenian Bali XLVII bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga ruang ekspresi budaya dan pembelajaran bagi generasi muda untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan seni tradisi Bali di tengah modernitas zaman.

Penulis : Ngurah Ambara
Editor : Redaksi InfoDewataNews 

0Komentar

Copyright© - INFODEWATANEWS.COM . Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami