Asal-Usul dan Kedudukan Dewa Sangkara
Dalam berbagai lontar seperti Sundari Gama dan Purana Bali Dwipa, disebutkan bahwa Dewa Sangkara memiliki tunggangan seekor singa dan memegang senjata angkus, simbol kendali atas kekuatan alam. Wujud Dewa Sangkara digambarkan sebagai sosok yang agung dan menenangkan, dikelilingi oleh dedaunan hijau dan bunga-bunga yang mekar — melambangkan kesuburan dan keseimbangan alam.
Dewa Sangkara dalam Konsep Dewata Nawa Sanga
Dalam implementasinya, umat Hindu di Bali memuja Dewa Sangkara di tempat suci yang berada di puncak Gunung Beratan, Kabupaten Badung.
Makna Spiritualitas Dewa Sangkara
Hubungan Dewa Sangkara dengan Tumpek Wariga
“Kaki..kaki..Dadong dija? Ia Jumah, Ia Ngudiang Jumah? Ia gelem kebus dingin ngetor, ngeed, ngeed, ngeed. Ngeed kaje, ngeed kelod, ngeed kangin, ngeed kauh, buin selae lemeng Galungane mangda mabuah ngeedd.”
Simbol dan Ajaran Kehidupan
Simbol-simbol yang melekat pada Dewa Sangkara juga memiliki makna mendalam.
-
Warna hijau melambangkan kehidupan, pertumbuhan, dan keseimbangan.
-
Singa, tunggangannya, melambangkan kekuatan dan keberanian menjaga alam.
-
Senjata angkus menandakan kendali diri dan kebijaksanaan dalam mengelola sumber daya alam.
-
Aksara suci “SI” menjadi inti spiritual yang menggambarkan “sumber kehidupan” yang tak terputus.
Sakti Dewi Rodri melambangkan kesuburan dan kelembutan alam.

0Komentar