TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Kolaborasi Dunia Mode dan Sektor Keuangan Warnai Dekranasda Bali Fashion Week 2025

👤 Ngurah Ambara | InfoDewataNews    ðŸ•’ Senin, November 03, 2025
Gambar Utama

 

Ny. Putri Suastini Koster menyaksikan peragaan busana bertema “Wastra Hita Kara” pada Dekranasda Bali Fashion Week 2025 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, yang menampilkan koleksi kain tenun khas Bali hasil kolaborasi lembaga keuangan di Bali. Foto: Ist/InfoDewataNews


INFODEWATANEWS.COM, DENPASAR – Kolaborasi unik antara dunia mode dan sektor keuangan tampil memikat dalam ajang Dekranasda Bali Fashion Week Day 2, Minggu (2/11/2025). Acara yang disaksikan langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, ini berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar.

Sebanyak tujuh lembaga keuangan di Bali, yaitu Bank Indonesia Provinsi Bali, Bank Mandiri, BNI, BTN, BPD Bali, BPR Lestari, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpartisipasi dalam peragaan busana yang menampilkan koleksi berbahan kain tenun khas Bali.

```0

Mengusung tema “Wastra Hita Kara”, pagelaran ini menegaskan bahwa kain tradisional tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai manfaat dan filosofi yang luhur. Sebanyak 64 model memperagakan busana dalam tiga kategori, yakni pakaian adat madya yang digunakan setiap Kamis sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018, pakaian kerja kantor, dan busana pesta.

Koleksi tersebut memperlihatkan bagaimana wastra Bali dapat diadaptasi menjadi busana kerja modern yang tetap berakar pada budaya lokal. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata keterlibatan sektor keuangan dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan industri kreatif daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Gusti Ngurah Wiryanata, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan arah pengembangan mode di Bali yang berpijak pada kearifan lokal.

“Sektor keuangan berkontribusi besar terhadap pengembangan UMKM dan IKM. Seperti inilah seharusnya tren mode di Bali, berakar pada budaya, namun tetap relevan dengan zaman,” ujarnya.

Wiryanata menambahkan, Dekranasda Bali Fashion Week 2025 diselenggarakan dalam dua sesi, yakni 1–7 November dan 2–8 Desember, dengan rangkaian kegiatan yang mencakup Festival Anggrek dan Pasar Kuliner. Agenda ini menjadi bukti kolaborasi lintas sektor yang berjalan harmonis dan produktif.

Wiryanata menegaskan bahwa ajang ini merupakan fashion week pertama di Bali yang digagas oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. Melalui kegiatan ini, semangat untuk membangkitkan kembali kecintaan terhadap kain tenun Bali terus digelorakan, sekaligus menjadikan Bali sebagai trendsetter mode berbasis budaya yang dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia.

Dengan semangat kolaborasi antara dunia mode, lembaga keuangan, dan pelaku industri kreatif, Dekranasda Bali Fashion Week 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat citra Bali sebagai pusat mode berbasis budaya yang berdaya saing dan berkelanjutan. Melalui ajang ini, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam wastra Bali tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. (RLS /IDN) 

Editor : Ambara InfoDewataNews 


0Komentar

Copyright© - INFODEWATANEWS.COM . Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami