![]() |
| Petugas SAR bersama unsur terkait mengevakuasi jenazah nelayan yang ditemukan di perairan barat daya Sanur, sebelum dibawa menuju RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, Sabtu (23/11/2025). (Ist/InfoDewataNews) |
INFODEWATANEWS.COM, DENPASAR — Upaya pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Pantai Karang Sanur sejak Kamis (20/11/2025) akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu (23/11/2025) sekitar pukul 09.50 Wita. Korban bernama Wayan Dana (60), warga Serangan, yang sebelumnya dilaporkan terjatuh dari jukung saat melaut.
Peristiwa ini berawal pada Kamis pagi, sekitar pukul 07.00 Wita, ketika Wayan Dana seperti biasa berangkat melaut menggunakan jukung miliknya. Namun, pada siang harinya, nelayan lain menemukan jukung tersebut dalam kondisi mesin masih menyala tetapi tanpa pengemudi. Temuan itu pertama kali disampaikan oleh salah satu Boat rute Sanur–Nusa Penida sekitar pukul 14.30 Wita, kemudian diteruskan ke tim Balawista yang langsung bergerak melakukan penanganan awal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa jukung yang ditemukan tanpa awak tersebut ditarik menuju Pantai Mertasari Sanur oleh Balawista bersama para nelayan setempat sekitar pukul 16.00 Wita. Dari laporan yang diterima pos siaga, diperoleh identitas korban sebagai Wayan Dana, nelayan berusia 60 tahun asal Serangan.
Menurut Sidakarya, informasi resmi mengenai hilangnya korban baru diterima pihaknya pada pukul 18.20 Wita melalui Pusdalops Denpasar. Setelah laporan diterima, tim langsung menggerakkan empat personel ke lokasi untuk memulai pencarian awal.
“Malam itu kami melakukan penyisiran di sepanjang bibir pantai. Namun kondisi gelap membuat penurunan alut SAR laut tidak memungkinkan karena jarak pandang sangat terbatas,” ujarnya.
Pencarian pada malam pertama difokuskan melalui jalur darat, dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU), masing-masing menyisir wilayah ke arah barat dan timur. Namun hingga malam berakhir, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Selain tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, pencarian melibatkan banyak unsur potensi SAR, antara lain Potensi SAR 115, Arjuna Rescue, Potensi Namru, Potensi YBER, Potensi IEA, Dewata Rescue Service, Pol Air Polresta Denpasar, keluarga korban, serta masyarakat setempat yang aktif membantu.
Setelah memasuki hari ketiga pencarian, titik terang akhirnya muncul. Pada Sabtu pagi, seorang nelayan melihat sesosok tubuh mengambang dalam posisi tertelungkup di laut. Ciri-ciri pakaian korban—baju kotak-kotak dan celana abu-abu—sesuai dengan identitas nelayan yang sejak tiga hari sebelumnya dikabarkan hilang. Informasi ini segera dilaporkan kepada tim SAR gabungan yang saat itu sedang melaksanakan operasi pencarian di sekitar kawasan.
Begitu menerima laporan, tim SAR bergerak cepat menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) menuju lokasi penemuan. “Jenasah Wayan Dana ditemukan sekitar 8,9 nautical mile barat daya dari titik ditemukannya jukung milik korban,” ujar Sidakarya.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Pelabuhan Benoa sebelum akhirnya dipindahkan ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung untuk proses penanganan lebih lanjut.
Selama tiga hari proses pencarian berlangsung, puluhan personel dari berbagai unsur diterjunkan. Unsur SAR yang terlibat antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, TNI AL, Polairud Polda Bali, Pol Air Polresta Denpasar, BPBD Kota Denpasar (Balawista) dengan pengoperasian rubber boat, BPBD Kabupaten Badung, Potensi SAR 115 Arjuna Rescue, Potensi Bali Rescue, Potensi Namru, Bali Emergency Response, Dewata Rescue Service, Potensi Orari, serta dukungan penuh dari keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Dengan ditemukannya korban pada hari ketiga, operasi SAR resmi ditutup. Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas dan masyarakat yang telah membantu pencarian. Sementara itu, pihak SAR mengimbau para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, termasuk memastikan penggunaan alat keselamatan diri dan berlayar sesuai kondisi cuaca.
Editor : Redaksi InfoDewataNews

0Komentar