![]() |
Khotib, salah satu pedagang perlengkapan hewan di Pasar Burung Satria Denpasar, saat ditemui di lapaknya, Senin (24/11/25). Foto: Ambara / InfoDewataNews |
INFODEWATANEWS.COM, DENPASAR — Pasar Burung Satria yang berlokasi di Jalan Veteran Denpasar, tepat di sebelah utara Puri Satria, terus menjadi pusat perhatian bagi pecinta satwa dan pengunjung yang mencari hewan peliharaan maupun perlengkapannya. Sejak pagi hari, pasar ini sudah dipenuhi aktivitas, mulai dari pedagang yang menata kandang hingga pembeli yang asyik memilih hewan favoritnya.
Dari kanan hingga kiri, pengunjung akan disambut oleh deretan hewan yang sangat beragam: burung eksotis, ayam hias, anjing, kucing, iguana, kura-kura, ikan hias, hamster, reptil kecil, hingga hewan unik lainnya. Suara burung yang berkicau bersahutan menciptakan suasana hangat dan ramah, seakan mengajak pengunjung untuk berjalan lebih dalam dan menikmati setiap sudut pasar yang tak pernah kehilangan pesonanya. Banyak warga datang bukan hanya untuk membeli, tetapi juga menikmati suasana khas pasar hewan yang sudah bertahun-tahun menjadi identitas Kota Denpasar.
Tak hanya menjual hewan, Pasar Burung Satria juga dikenal lengkap dalam menyediakan perlengkapan hewan peliharaan. Sangkar burung berbagai ukuran, kandang anjing dan kucing, aquarium, pakan, vitamin, pasir hewan, hingga aksesoris reptil bisa ditemukan dengan mudah. Inilah yang menjadikan tempat ini sebagai rujukan utama bagi pecinta satwa di Bali.
Salah satu pedagang, Khotib, pria berusia 30 tahun asal Madura, sudah empat tahun berjualan di pasar tersebut. Saat ditemui InfoDewataNews, ia menceritakan bahwa menjalankan usaha ini membutuhkan ketekunan, namun tetap memberikan hasil yang stabil. Ia menempati lapak perlengkapan hewan yang khusus menjual kandang, sangkar burung, serta berbagai jenis pakan hewan.
Menurutnya, dinamika pasar memang tidak selalu sama setiap hari, namun masih cukup menjanjikan. “Kalau lagi ramai, bisa dapat 300 sampai 500 ribu sehari. Alhamdulillah cukup untuk kebutuhan,” ujarnya sembari mengatur tumpukan sangkar burung yang tersusun rapi di lapaknya.
Khotib mengaku betah berdagang di Pasar Satria karena pasarnya selalu hidup dan pengunjung terus berdatangan setiap hari. “Empat tahun di sini, suasananya nggak pernah sepi. Pembeli macam-macam, ada yang cari kandang kecil sampai sangkar besar. Banyak juga pecinta burung yang datang tiap minggu,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa tantangan utama bukan pada jumlah pembeli, tetapi bagaimana menjaga kualitas perlengkapan yang dijual. “Kalau kualitas bagus, orang pasti balik lagi. Pembeli kan tahu mana barang yang awet,” tambahnya.
Pedagang muda asal Madura tersebut juga berharap agar pasar terus dikelola dengan baik karena menjadi tempat mencari nafkah bagi banyak pedagang. “Pasar ini sudah seperti rumah kedua. Semoga tetap maju,” ucapnya Senin (24/11/25).
“Kalau fasilitas bagus, pembeli makin suka datang. Pedagang juga jadi lebih semangat,” ujarnya.
Dirinya menilai bahwa pasar tradisional seperti Pasar Satria memiliki potensi besar untuk tetap hidup dan berkembang di tengah serbuan toko modern dan penjualan online, karena interaksi langsung masih sangat dibutuhkan para penghobi burung.
Kesan positif juga datang dari salah satu pembeli, Gede Rudiksa, warga Karangasem yang jauh jauh datang ke Denpasar, mengaku sudah beberapa kali berbelanja hewan maupun perlengkapannya di Pasar Burung Satria. Menurutnya, pasar ini menawarkan kenyamanan dan kelengkapan barang yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Kalau cari burung atau hewan kecil, pasti ke sini dulu. Pilihannya banyak, harga juga masih bisa disesuaikan. Tempatnya rame tapi tetap enak buat keliling,” ungkapnya sambil memperhatikan deretan sangkar burung yang digantung rapi.
Ia menambahkan bahwa para pedagang di Pasar Satria selalu ramah dan tidak segan memberikan penjelasan kepada pembeli pemula. “Pedagangnya komunikatif, jadi kita lebih yakin sebelum membeli. Itu yang bikin saya cocok belanja di sini,” ujarnya.
Gede Rudiksa berharap Pasar Satria terus dipertahankan sebagai pusat hobi burung di Denpasar, karena keberadaannya bukan hanya untuk perdagangan, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya penghobi burung dari berbagai daerah.
Hingga saat ini, Pasar Burung Satria tetap menjadi ruang interaksi antara pecinta satwa, pedagang, dan komunitas hewan di Bali. Suasananya yang khas—mulai dari kicauan burung, aktivitas tawar-menawar, hingga aroma pakan yang khas—membuat pasar ini tetap hidup meski kota terus berkembang.
Meski perkembangan kota Denpasar semakin modern, Pasar Burung Satria tetap mempertahankan daya tarik tradisionalnya. Suasananya yang khas, aktivitas pedagang-beli yang dinamis, serta ragam hewan yang lengkap membuat pasar ini tetap menjadi identitas bagi pecinta satwa di Bali. Hampir setiap sudutnya menawarkan pengalaman visual yang menarik, mulai dari kicauan burung, aroma pakan, hingga interaksi hangat antara pedagang dan pembeli.
Dengan aktivitas yang tak pernah padam dari hari ke hari, Pasar Burung Satria menegaskan diri sebagai ruang hidup bagi komunitas pecinta hewan, tempat bertemunya beragam cerita, penjual, pembeli, dan tentu saja, para satwa yang menjadi daya tarik utamanya. Pasar ini bukan hanya sekadar tempat transaksi, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan masyarakat Denpasar yang terus terjaga hingga hari ini.
Editor : Redaksi InfoDewataNews

0Komentar