![]() |
| Nyi Roro Kidul tampil sebagai Ratu Laut Selatan, sosok sakral penguasa samudra yang dipercaya menjaga keseimbangan alam dan dunia gaib pantai selatan Jawa. Visual : Ambara /InfoDewataNews |
INFODEWATANEWS.COM - Nama Nyi Roro Kidul telah lama hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Nusantara, khususnya di tanah Jawa dan Sunda. Ia bukan sekadar tokoh legenda, melainkan simbol kekuatan alam, spiritualitas, dan kepercayaan turun-temurun yang masih diyakini hingga kini. Kisahnya kerap dikaitkan dengan ganasnya ombak pantai selatan Jawa yang menyimpan banyak misteri, pantangan, dan mitos.
Dalam berbagai kepercayaan, sosok Nyi Roro Kidul sering disamakan dengan Kanjeng Ratu Kidul. Namun, sebagian tradisi membedakan keduanya sebagai dua entitas yang tidak sepenuhnya sama. Perbedaan pandangan inilah yang memperkaya cerita rakyat Nusantara dan menjadikan legenda ini terus hidup dari generasi ke generasi.
Asal-Usul Dewi Kandita, Putri Kerajaan Sunda
![]() |
| Ilustrasi Putri Kandita, putri kerajaan Sunda yang kelak dikenal sebagai Nyi Roro Kidul, digambarkan anggun dan sakral dengan busana kerajaan, Foto ilustrasi : Ambara /InfoDewataNews |
Pada masa kerajaan Sunda kuno, hiduplah seorang putri raja yang dikenal akan kecantikan dan keluhuran budinya. Ia bernama Dewi Kandita atau Kadita, putri yang menjadi kebanggaan istana. Parasnya elok, tutur katanya lembut, dan sikapnya penuh kebijaksanaan. Namun, kecantikan dan kemuliaan itu justru memancing rasa iri dan dengki dari pihak-pihak tertentu di lingkungan kerajaan.
Perasaan dengki tersebut perlahan berubah menjadi kebencian yang tersembunyi. Tanpa sepengetahuan Dewi Kandita, rencana jahat mulai disusun untuk menjatuhkannya dari kedudukan terhormat sebagai putri kerajaan.
Kutukan Guna-Guna dan Pengusiran dari Istana
![]() |
Putri Kandita digambarkan menderita akibat guna-guna, wajah dan tubuhnya dipenuhi penyakit kulit, menjadi awal dari pengasingan dan perubahan besar dalam hidupnya. Visual : Ambara /InfoDewataNews |
Melalui bantuan seorang dukun sakti, ilmu hitam pun dikirimkan kepada Dewi Kandita. Secara tiba-tiba, tubuhnya diserang penyakit kulit yang mengerikan. Wajahnya yang dahulu cantik berubah buruk rupa, penuh luka dan borok. Kutukan itu membuatnya dijauhi, bahkan dianggap sebagai aib kerajaan.
Fitnah dan bisikan terus menguasai lingkungan istana hingga memengaruhi sang raja. Dalam tekanan dan rasa malu, sang ayah akhirnya mengambil keputusan pahit dengan mengusir Dewi Kandita dari istana. Dengan tubuh penuh luka dan hati yang remuk, sang putri mengembara tanpa tujuan hingga tiba di pesisir pantai selatan Pulau Jawa.
Di tempat sunyi itu, Dewi Kandita berserah diri kepada Yang Maha Kuasa, memohon petunjuk dan keselamatan di tengah derita yang ia alami.
Terangkat Menjadi Nyi Roro Kidul, Ratu Laut Selatan
![]() |
Ilustrasi Nyi Roro Kidul digambarkan sebagai ratu samudra selatan, berwibawa dan sakral, penguasa alam gaib yang menyatu dengan ombak dan angin laut Jawa. Visual : Ambara /InfoDewataNews |
Pada suatu malam, diiringi gemuruh ombak yang mengguncang karang, Dewi Kandita mendengar bisikan gaib yang memintanya menceburkan diri ke lautan selatan. Dengan penuh kepasrahan, ia mengikuti petunjuk tersebut. Ombak ganas menyelimuti tubuhnya dan secara ajaib menghapus seluruh kutukan yang melekat.
Penyakit kulit itu lenyap seketika. Wajah Dewi Kandita kembali cantik, bahkan memancarkan keanggunan yang luar biasa. Namun, sejak saat itu ia tidak lagi kembali ke dunia manusia. Para lelembut dan makhluk gaib penghuni laut selatan mengangkatnya sebagai ratu.
Sejak itulah ia dikenal sebagai Nyi Roro Kidul, penguasa kerajaan gaib di samudra selatan Jawa. Ia dipercaya menjaga keseimbangan alam laut, menguasai gelombang dan angin, serta memiliki peran spiritual yang besar dalam kepercayaan masyarakat Jawa.
Legenda Nyi Roro Kidul bukan sekadar kisah mistis tentang ratu laut selatan, melainkan cerminan nilai-nilai kehidupan yang sarat makna. Kisah ini mengajarkan tentang bahaya iri dan dengki, ketabahan menghadapi penderitaan, serta keyakinan bahwa setiap cobaan dapat mengubah takdir seseorang.
Hingga kini, mitos tentang Nyi Roro Kidul masih hidup dan dihormati. Pantangan mengenakan pakaian hijau di pantai selatan, ritual adat, serta cerita lisan yang diwariskan turun-temurun menjadi bukti kuatnya pengaruh legenda ini dalam budaya Nusantara. Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, Nyi Roro Kidul tetap menjadi simbol spiritual yang mengingatkan manusia untuk senantiasa menghormati alam dan kekuatan yang tak kasatmata.
Editor : Redaksi InfoDewataNews




0Komentar