TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Misteri Celuluk, Leak Gundul dari Bali

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Sabtu, Desember 27, 2025
Gambar Utama

Sosok Celuluk atau Leak Gundul dalam pementasan tradisi Calonarang Bali, menampilkan wujud raksasa perempuan dengan ekspresi menyeramkan sebagai simbol kekuatan dunia niskala. Foto: IG/mang.adi13/IDN


INFODEWATANEWS.COM – Hal-hal magis tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Bali. Dalam keseharian, upacara adat, hingga tata ruang desa, masyarakat Bali sangat menghormati keberadaan dunia niskala, yakni alam yang tak kasat mata namun diyakini hidup berdampingan dengan dunia sekala.

Kisah ini berkembang dalam tradisi lisan masyarakat Bali dan dipercaya sebagai bagian dari warisan budaya spiritual yang hidup di tengah masyarakat hingga kini.

Di setiap daerah di Bali, dikenal berbagai cerita tentang makhluk halus atau penunggu suatu tempat. Wujudnya pun beragam, ada yang menyerupai manusia, bertaring, hingga sosok menyeramkan yang sulit digambarkan dengan logika. Salah satu yang paling dikenal luas oleh masyarakat Bali adalah leak, makhluk jadi-jadian yang lekat dengan kisah Calonarang.

Dari sekian jenis leak, Celuluk atau yang lebih dikenal sebagai Leak Gundul, menjadi sosok yang sangat populer. Popularitasnya bahkan melampaui jenis leak lain karena kerap ditampilkan dalam pementasan Calonarang, khususnya dalam bentuk Tari Celuluk. Tawa Celuluk yang melengking dan wujudnya yang mengerikan menjadikannya ikon horor dalam tradisi Bali.

Celuluk digambarkan sebagai antek-antek Rangda dengan rupa raksasa perempuan. Wujudnya menyeramkan: bagian depan kepala botak, rambut panjang terurai, bola mata cekung ke dalam rongganya, gigi besar dan tonggos, taring panjang, serta payudara menjuntai. Tubuhnya sering digambarkan dihiasi usus manusia yang disusun seperti pakaian, melambangkan sisi paling kelam dari dunia niskala.

Dalam kepercayaan masyarakat, Celuluk sering muncul di tempat-tempat sepi dan angker seperti hutan, tepi sungai, jembatan sunyi, perempatan jalan, serta kawasan yang dekat dengan kuburan. Kehadirannya diyakini membawa energi negatif dan rasa takut bagi siapa pun yang berpapasan dengannya.

Menariknya, meski terkenal menakutkan, Leak Gundul sebenarnya berada pada tingkatan ilmu leak yang paling rendah. Orang yang mampu berubah menjadi Celuluk umumnya baru mempelajari ilmu leak tingkat dasar. Dalam kepercayaan Bali, Leak Gundul mendapatkan anugerah kekuatan dari Sang Hyang Catur Muka yang berstana di perempatan jalan.

Wujud Celuluk juga diyakini meniru sosok Kalika Maya, penguasa Setra Gandamayu. Konon, wujud Kalika Maya mirip dengan Leak Gundul, namun wajahnya memancarkan sinar cerah karena dulunya ia adalah seorang bidadari. Dari sinilah dipercaya asal-usul bentuk Leak Gundul yang menyeramkan namun sarat makna simbolik.

Ada pula pantangan yang masih dipercaya hingga kini, yakni menanam pohon pepaya gantung atau gedang renteng di pekarangan rumah. Pohon ini diyakini sebagai tempat favorit Celuluk berdiam diri, sehingga masyarakat Bali tradisional menghindarinya.

Kemunculan Leak Gundul dipercaya ditandai dengan getaran tanah seperti gempa kecil. Tanah kemudian digambarkan retak, seolah meledak, dan dari celah itulah Celuluk merangkak keluar sambil tertawa menyeramkan. Dalam cerita tutur masyarakat, ada banyak cara yang dipercaya bisa mengusirnya, mulai dari menginjak bagian kepalanya saat muncul, mengencingi tanah bekas ledakan, hingga menggunakan sapu lidi atau kayu yang telah didoakan. Namun bagi kebanyakan orang, jangankan mencoba mengusirnya, mendengar suara tawanya saja sudah cukup membuat siapa pun lari ketakutan. Dan pilihan paling aman tentu menjauh serta menghindari tempat tersebut.

Selain hidup dalam cerita tutur dan pementasan Calonarang, sosok Celuluk juga kerap dihadirkan dalam tradisi Ogoh-ogoh Bali. Dalam perayaan Tawur Kesanga menjelang Hari Raya Nyepi, wujud Celuluk sering diwujudkan sebagai Bhuta Kala, simbol kekuatan alam dan energi negatif yang perlu dinetralisir. Kehadiran Celuluk dalam Ogoh-ogoh bukan untuk ditakuti, melainkan sebagai pengingat tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kekuatan baik dan buruk dalam kehidupan.

Kisah tentang Celuluk atau Leak Gundul bukanlah sekadar cerita horor untuk menakut-nakuti. Ia merupakan bagian dari kekayaan folklor dan kepercayaan tradisional masyarakat Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Cerita ini mengajarkan tentang batas antara keberanian dan kesombongan, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia sekala dan niskala.

Legenda Celuluk hingga kini tetap hidup dalam seni pertunjukan, cerita rakyat, dan kepercayaan lokal sebagai pengingat bahwa alam Bali tidak hanya dihuni oleh yang terlihat, tetapi juga oleh kekuatan tak kasat mata yang dihormati dan dijaga keberadaannya. (Abr/IDN).

Penulis : Ngurah Ambara
Editor : Redaksi InfoDewataNews

🪶 Legenda Nusantara | Menyusuri kisah suci, mitologi, dan legenda penuh makna dari berbagai daerah di Nusantara. Ruang refleksi nilai budaya dan spiritual yang diwariskan turun-temurun.

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami