TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Pola Tidur Sehat di Era Digital, Cara Mengatasi Kebiasaan Begadang

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Rabu, Januari 21, 2026
Gambar Utama

Penggunaan gawai sebelum tidur menjadi salah satu faktor yang sering memicu kebiasaan begadang dan mengganggu pola tidur sehat. Ilustrasi : AI Ambara /InfoDewataNews 



INFODEWATANEWS.COM - Di era digital seperti sekarang, kebiasaan begadang semakin sulit dihindari. Kehadiran gawai, tuntutan pekerjaan, hiburan digital, hingga kebiasaan bermain media sosial hingga larut malam membuat waktu tidur semakin tergerus. Padahal, tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental. Pola tidur yang tidak teratur dapat berdampak pada konsentrasi, suasana hati, hingga daya tahan tubuh.

Kebiasaan begadang sering kali dianggap sepele, terutama di kalangan anak muda dan pekerja produktif. Banyak yang merasa tetap bisa beraktivitas meski tidur hanya beberapa jam. Namun dalam jangka panjang, kurang tidur dapat memicu kelelahan dan menurunkan kualitas hidup. Artikel ini disajikan sebagai informasi gaya hidup dan edukasi umum, bukan sebagai nasihat medis atau diagnosis kesehatan.

Dampak Begadang terhadap Kesehatan

Tidur yang tidak cukup dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh. Kurang tidur membuat tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan proses pemulihan alami. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan kebugaran menurun.

Dari sisi mental, kurang tidur dapat menurunkan fokus dan kemampuan berpikir jernih. Emosi menjadi lebih mudah berubah, stres meningkat, dan produktivitas menurun. Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ini sering memicu rasa lesu dan kurang bersemangat saat menjalani aktivitas.

Peran Gawai dalam Pola Tidur

Penggunaan gawai sebelum tidur menjadi salah satu penyebab utama terganggunya pola tidur di era digital. Cahaya layar ponsel dan perangkat elektronik dapat membuat otak tetap aktif sehingga rasa kantuk tertunda. Selain itu, kebiasaan mengecek notifikasi atau menonton konten digital sering kali membuat waktu tidur molor tanpa disadari.

Tanpa pengendalian yang baik, penggunaan gawai di malam hari dapat membentuk kebiasaan begadang yang berulang. Oleh karena itu, penting untuk mulai menyadari batas penggunaan perangkat digital, terutama menjelang waktu istirahat malam.

Cara Mengatasi Kebiasaan Begadang

Mengatasi kebiasaan begadang tidak harus dilakukan secara ekstrem. Perubahan kecil namun konsisten justru lebih realistis dan berkelanjutan. Salah satu langkah awal adalah menetapkan jam tidur yang relatif teratur dan berusaha mematuhinya setiap hari.

Mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur juga dapat membantu. Membiasakan diri berhenti menggunakan ponsel menjelang waktu istirahat dan menggantinya dengan aktivitas ringan seperti membaca atau relaksasi sederhana dapat membantu menenangkan pikiran.

Menciptakan suasana tidur yang nyaman juga berperan penting. Kamar yang tenang, pencahayaan redup, dan suhu yang sesuai dapat meningkatkan kualitas tidur. Selain itu, membatasi konsumsi minuman berkafein pada malam hari membantu tubuh lebih mudah beristirahat.

Menjadikan Tidur Berkualitas sebagai Gaya Hidup

Tidur yang cukup dan berkualitas seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup sehat, bukan sekadar kebutuhan sesaat. Dengan pola tidur yang lebih teratur, tubuh dapat berfungsi dengan lebih baik dan aktivitas sehari-hari dapat dijalani secara optimal.

Di tengah arus digital yang terus berkembang, menjaga pola tidur sehat merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Artikel ini ditujukan sebagai panduan gaya hidup sehat secara umum. Untuk kondisi kesehatan tertentu, pembaca dianjurkan mencari saran dari tenaga kesehatan profesional. (Abr /IDN). 

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami