TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Suastini Koster Dukung Siswi SMAS Santo Yoseph Wakili Bali di Ajang Putra Putri Pelajar Indonesia 2026

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Minggu, Februari 22, 2026
Gambar Utama

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster menerima Rasha Azzahra, siswi kelas XI SMAS Santo Yoseph Denpasar yang akan mewakili Bali dalam ajang Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia 2026, di Gedung Jayasabha, Denpasar, Sabtu (21/2/2026). Ist /InfoDewataNews. 


INFODEWATANEWS.COM, DENPASAR - Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster, memberikan dukungan kepada Rasha Azzahra, siswi kelas XI SMAS Santo Yoseph Denpasar, yang menjadi wakil Bali pada ajang Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia Tahun 2026. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima Rasha Azzahra di Gedung Jayasabha, Sabtu (21/2/2026).

Didampingi dua guru pembina OSIS SMAS Santo Yoseph, Rasha menjelaskan bahwa ia akan mengikuti ajang Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia Tahun 2026 pada Juni mendatang.

“Ajang ini cukup bergengsi karena bergerak di bidang pendidikan,” ujar siswi yang akrab disapa Acha ini.

Pada ajang tersebut, perwakilan dari berbagai daerah akan mengikuti serangkaian kegiatan seperti karantina dan malam budaya.

“Nah, pada malam budaya itu kami diwajibkan menampilkan busana khas dari daerah masing-masing,” ucapnya.

Mengingat Ibu Putri Koster dikenal konsisten terhadap pelestarian tenun khas Bali, Acha berharap memperoleh rekomendasi terkait busana yang akan dikenakannya pada malam budaya.

“Karena saya membawa nama Bali, mohon rekomendasi dari Ibu,” harapnya.

Ibu Putri Koster menyampaikan selamat kepada Acha yang akan mengikuti ajang Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia Tahun 2026 di Jakarta. Selain memberikan dukungan dana, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali ini merekomendasikan desainer yang akan merancang busana untuk Acha pada malam budaya.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Putri Koster berpesan agar Acha jeli melihat situasi. Ia berharap ajang ini benar-benar menjadikan talenta sebagai salah satu kategori dalam penilaian.

“Jadi bukan hanya mengutamakan lenggak-lenggok. Ibu ingin anak-anak berkembang sesuai usia dan tidak dipaksa dewasa,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Acha didampingi Satya Ningsih dan Joshua, dua guru yang menjadi pembina OSIS di SMAS Santo Yoseph Denpasar. Sementara itu, Ibu Putri Koster didampingi pengurus TP PKK Provinsi Bali. (RLS /IDN). 

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami