INFODEWATANEWS.COM, Denpasar – Kabar mengejutkan datang dari salah satu ogoh-ogoh yang paling dinanti pada malam pengerupukan di kawasan Catur Muka. Ogoh-ogoh karya Banjar Tainsiat dipastikan batal tampil pada Rabu (18/3/2026) malam.
Pembatalan tersebut terjadi setelah bagian sanan dan panggung ogoh-ogoh diketahui telah dibongkar. Selanjutnya, ogoh-ogoh langsung dibawa kembali ke banjar oleh para pemuda setempat. Diduga kuat, kendala teknis menjadi penyebab utama gagalnya ogoh-ogoh tersebut untuk tampil dalam pawai di pusat Kota Denpasar.
Ogoh-ogoh bertema gajah garapan seniman dari Kedux Garage ini sebelumnya menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Sejak awal malam, masyarakat telah memadati kawasan Catur Muka untuk menyaksikan langsung karya yang disebut-sebut spektakuler tersebut.
Namun, harapan itu harus pupus. Pada pukul 02.20 WITA Dini Hari, keputusan final diambil: ogoh-ogoh Banjar Tainsiat resmi batal tampil setelah sempat dinanti berjam-jam oleh masyarakat.
Beredarnya video di media sosial turut memperlihatkan sosok kreator dari Kedux Garage yang tampak merenung saat mengetahui karyanya gagal tampil di momen puncak pengerupukan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kendala terjadi pada bagian mesin atau sistem penggerak yang mengalami kerusakan, sehingga ogoh-ogoh tidak memungkinkan untuk diarak sesuai rencana.
Penjelasan resmi disampaikan oleh Ketua I STT Yowana Saka Bhuana Banjar Tainsiat, Putu Alfin Pratama Putra, terkait gagalnya ogoh-ogoh "Gajah" saat akan menuju kawasan Catur Muka.
Dalam pernyataannya melalui video resmi yang beredar di media sosial, ia menyebutkan bahwa kendala yang terjadi berada di luar prediksi. Sebelumnya, kondisi ogoh-ogoh dinilai aman, namun saat dalam perjalanan sempat mengalami kerusakan yang kemudian diperbaiki. Meski sempat diperbaiki, bagian tersebut kembali mengalami patah sehingga ogoh-ogoh tidak memungkinkan untuk dilanjutkan menuju lokasi utama.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang telah menunggu dengan antusias penampilan ogoh-ogoh tersebut.
Kejadian ini tentu mengecewakan banyak pihak, terutama masyarakat yang telah berjam-jam menunggu. Meski demikian, tidak sedikit pula yang memberikan apresiasi atas karya dan dedikasi para pemuda Banjar Tainsiat yang telah berusaha maksimal.
Di media sosial, berbagai reaksi warganet pun bermunculan. Sebagian mengungkapkan kekecewaan, namun banyak pula yang tetap memberikan dukungan.
“Sayang sekali sudah ditunggu lama, tapi tetap salut dengan karyanya,” tulis salah satu warganet.
“Tetap semangat untuk ST Tainsiat, karyanya sudah luar biasa,” komentar warganet lainnya.
Ogoh-ogoh tersebut tetap mendapat pengakuan sebagai salah satu karya yang inovatif dan mencerminkan perkembangan seni ogoh-ogoh di Bali yang semakin kreatif dan modern.
Melalui unggahan pribadinya pada Jumat (20/3/2026), kreator dari Kedux Garage juga menyampaikan pesan penuh makna dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat.
“Di tengah dunia yang bising dan penuh keraguan, kami memilih untuk tetap melangkah. Kami menerima tanpa menyerah, kami bertumbuh tanpa henti mencoba. Terima kasih untuk setiap uluran tangan yang membuat kami tetap berdiri hingga hari ini. Kami masih di sini, bersama dan terus melangkah.”
Meski ogoh-ogoh Banjar Tainsiat batal tampil, suasana malam pengerupukan di kawasan Catur Muka tetap berlangsung meriah. Ribuan masyarakat tetap antusias menyaksikan parade ogoh-ogoh dari berbagai banjar lainnya yang turut memeriahkan tradisi menjelang Hari Raya Nyepi. (Abr /IDN).

0Komentar