INFODEWATANEWS.COM – Musisi asal Bali, Angga Waskita, resmi memperkenalkan album solo perdananya bertajuk Livin' On The Blues Way yang mulai tersedia di seluruh platform musik digital sejak 26 Juni 2026. Album ini menjadi langkah baru dalam perjalanan karier Angga yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai gitaris di berbagai proyek musik, sekaligus menandai debutnya sebagai penyanyi, penulis lagu, dan storyteller yang menyampaikan kisah hidup melalui karya-karya orisinal.
Bagi Angga, album ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah refleksi perjalanan hidup yang penuh dinamika. Melalui setiap komposisi, ia berusaha menuangkan pengalaman pribadi, pergulatan batin, rasa takut, keraguan, hingga semangat untuk bangkit dan terus melangkah. Pesan-pesan tersebut dikemas dalam nuansa musik blues dan blues-rock modern yang menjadi identitas musikalnya.
"Sudah waktunya tidak hanya memainkan musik blues, tetapi juga menciptakan karya blues original yang benar-benar mewakili diri saya," ujar Angga dalam keterangan resminya.
Terinspirasi oleh musisi dan band seperti Tyler Bryant & The Shakedown serta Rival Sons, Angga menghadirkan karakter permainan gitar yang kuat, eksploratif, dan penuh energi. Meski demikian, ia tetap mempertahankan sisi emosional dalam setiap lagu sehingga mampu menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih mendalam bagi penikmat musik.
Album Livin' On The Blues Way berisi tujuh lagu, yakni 160Bpm, The Silence Says It All, Black and White, Livin' On The Blues Way, Never Stop, Shackles, dan Still Alive. Masing-masing lagu memiliki cerita dan pesan yang berbeda, namun saling terhubung dalam satu benang merah mengenai perjalanan hidup, perjuangan menghadapi tantangan, serta harapan untuk terus bertahan di tengah berbagai persoalan.
Lagu Livin' On The Blues Way dipilih sebagai lead single karena dinilai mampu mewakili keseluruhan konsep album. Lagu tersebut menjadi inti dari cerita yang ingin disampaikan Angga kepada para pendengar. Jika lagu-lagu lainnya berbicara tentang rasa kehilangan, kegagalan, ketakutan, dan proses menemukan kembali harapan, maka Livin' On The Blues Way menjadi simbol perjalanan tersebut sekaligus penegasan identitas musikal yang ingin dibangun.
Dalam proses produksinya, Angga terlibat secara penuh mulai dari penulisan lirik, penyusunan aransemen, hingga proses mixing yang dikerjakan di Legon Studio, Bali. Sementara tahap mastering dipercayakan kepada Agus Sudantha dari Tetstupid Studio, Bali. Adapun artwork album dikerjakan oleh Igo Blado, desain logo oleh Syarif Hidayatullah, serta fotografi artwork oleh Wayan Dwitanaya.
Keterlibatan langsung Angga di hampir seluruh proses kreatif menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan karya yang benar-benar merepresentasikan karakter dan idealisme bermusik yang selama ini ia bangun. Album ini sekaligus menjadi bukti bahwa dirinya tidak hanya dikenal sebagai gitaris, tetapi juga sebagai musisi yang mampu menciptakan karya dengan identitas yang kuat.
Lebih dari sekadar album debut, Livin' On The Blues Way menjadi sebuah pernyataan bahwa perjalanan bermusik Angga Waskita baru saja dimulai. Melalui karya ini, ia berharap musiknya dapat menjadi teman bagi siapa saja yang sedang menghadapi masa-masa sulit, kehilangan arah, maupun membutuhkan semangat untuk bangkit dan melanjutkan perjalanan hidup.
Dengan hadirnya album solo perdana ini, Angga Waskita optimistis dapat memberikan warna baru bagi perkembangan musik blues Indonesia, sekaligus menginspirasi para musisi muda untuk terus berkarya dan berani menyampaikan cerita mereka melalui musik yang autentik dan penuh makna. (Abr /IDN).

0Komentar