TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Perkuat Ketangguhan Bali Hadapi Bencana, 35 Personel Ikuti Uji Kompetensi Bersertifikat

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Senin, Agustus 31, 2026
Gambar Utama

Suasana kegiatan Uji Kompetensi Sumber Daya Manusia Penanggulangan Bencana yang digelar BPBD Provinsi Bali di Denpasar, Bali, Rabu (26/8/2026). Ist



INFODEWATANEWS.COM, Denpasar – Upaya memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan Bali dalam menghadapi risiko bencana terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Sebanyak 35 personel penanggulangan bencana mengikuti Uji Kompetensi Sumber Daya Manusia Penanggulangan Bencana yang berlangsung pada 26–28 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh BPBD Provinsi Bali bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (LSP-BNPB) dan Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB), dengan dukungan Program SIAP SIAGA, Kemitraan Australia-Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana.

Uji kompetensi ini digelar untuk memastikan personel penanggulangan bencana memiliki kemampuan yang terukur, profesional, serta sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Peserta berasal dari berbagai unsur, di antaranya BPBD Provinsi Bali, BPBD kabupaten/kota, BMKG, perangkat daerah tingkat provinsi, serta organisasi penyandang disabilitas. Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem penanggulangan bencana yang membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja sama berbagai pihak.

Sekretaris BPBD Provinsi Bali Ni Luh Made Vissca Anggraini, yang mewakili Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, menegaskan pentingnya kompetensi personel dalam menghadapi situasi kebencanaan yang dinamis dan penuh risiko.

Menurutnya, penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan teoritis. Personel di lapangan juga dituntut mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, memiliki integritas, serta mampu bekerja secara kolaboratif.

Penguatan kompetensi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kebencanaan, tetapi juga memperkuat ketangguhan Bali dalam menghadapi berbagai ancaman bencana serta dampak perubahan iklim.

Sementara itu, Asesor LSP-PB BNPB Ismu Buhana menilai sertifikasi kompetensi memiliki peran penting, terutama karena penanggulangan bencana merupakan bidang pekerjaan dengan tingkat risiko yang tinggi.

Personel yang memiliki kompetensi sesuai standar dinilai dapat menjalankan tugas dengan lebih efektif, efisien, cepat, dan aman. Karena itu, proses uji kompetensi menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan kualitas SDM kebencanaan.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti sejumlah skema uji kompetensi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Materi yang diuji antara lain pengelolaan data dan informasi kebencanaan, kaji cepat, pertolongan pertama, pencarian dan penyelamatan, pelayanan air bersih dan sanitasi, hingga distribusi bantuan.

Skema tersebut disusun untuk memastikan setiap personel memiliki kemampuan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam situasi bencana.

Dorong Penanggulangan Bencana yang Inklusif

Kegiatan ini juga melibatkan organisasi penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih inklusif.

Keterlibatan tersebut dinilai penting karena kelompok penyandang disabilitas termasuk masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam situasi bencana. Selain menjadi bagian dari peningkatan kapasitas, keterlibatan organisasi penyandang disabilitas juga diharapkan dapat memperkuat penyebaran informasi mengenai kesiapsiagaan bencana kepada komunitas yang lebih luas.

Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi Bali sekaligus perwakilan ULD-PB, Ni Ketut Leni, mengapresiasi keterlibatan organisasi penyandang disabilitas dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, keterwakilan penyandang disabilitas dalam penguatan kapasitas kebencanaan menjadi praktik baik yang dapat memberikan manfaat lebih luas. Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan tersebut juga diharapkan dapat diteruskan kepada komunitas penyandang disabilitas lainnya.

Mengacu Standar Kompetensi Nasional

Uji kompetensi dalam kegiatan ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Penanggulangan Bencana (SKKNI-PB). Standar tersebut menjadi salah satu acuan dalam pengembangan profesionalisme SDM di bidang kebencanaan.

Kompetensi yang diuji mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan untuk memberikan pelayanan kebencanaan secara aman, efektif, dan berkualitas.

Penguatan SDM menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan daerah. Sebab, kesiapan menghadapi bencana tidak hanya ditentukan oleh kecepatan bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga oleh kesiapan personel yang bekerja sebelum, saat, dan setelah bencana.

Melalui peningkatan kompetensi yang terstandar, Bali terus mendorong terciptanya pelayanan kebencanaan yang cepat, tepat, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Program SIAP SIAGA sendiri merupakan program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan bencana di Indonesia dan kawasan Indo-Pasifik.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah dan organisasi terkait di tingkat nasional, subnasional, hingga regional. Di Indonesia, SIAP SIAGA bekerja di sejumlah wilayah, termasuk Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. (Abr /IDN). 

0Komentar

Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami