TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Sering Mengantuk di Siang Hari Padahal Sudah Tidur, Apa yang Memengaruhinya?

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Sabtu, September 05, 2026
Gambar Utama

 


Ilustrasi: Seorang wanita tampak mengantuk saat bekerja di depan laptop pada siang hari, menggambarkan kondisi tubuh yang tetap lelah meski telah mendapatkan waktu tidur yang cukup.


INFODEWATANEWS.COM - Rasa mengantuk di siang hari sebenarnya bukan hal yang selalu aneh. Setelah beraktivitas sejak pagi, tubuh memang bisa mengalami penurunan energi. Namun, bagaimana jika rasa kantuk muncul berulang kali meski waktu tidur malam dirasa sudah cukup?

Kondisi tersebut bisa membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman. Pekerjaan terasa lebih berat, konsentrasi menurun, bahkan keinginan untuk sekadar memejamkan mata beberapa menit sulit ditahan.

Ternyata, rasa mengantuk tidak hanya berkaitan dengan berapa lama seseorang tidur. Kualitas tidur, kebiasaan menggunakan layar, aktivitas fisik, hingga pola makan dan minum juga dapat memengaruhi kondisi tubuh pada siang hari.

1. Lama Tidur Belum Tentu Menjamin Tidur Berkualitas

Tidur selama beberapa jam belum tentu membuat tubuh mendapatkan istirahat yang optimal. Seseorang bisa saja tidur cukup lama, tetapi tidurnya sering terbangun, terlalu larut, atau memiliki jadwal yang berubah-ubah.

Kebiasaan tidur dan bangun pada waktu yang berbeda setiap hari dapat membuat tubuh kesulitan mempertahankan ritme istirahat yang konsisten. Akibatnya, ketika pagi tiba, tubuh belum tentu terasa benar-benar segar.

Lingkungan kamar juga bisa berpengaruh. Cahaya yang terlalu terang, suara bising, suhu ruangan yang tidak nyaman, hingga kebiasaan membawa pekerjaan ke tempat tidur dapat membuat waktu istirahat kurang berkualitas.

Karena itu, bukan hanya durasi tidur yang perlu diperhatikan. Konsistensi dan kenyamanan saat tidur juga menjadi bagian penting dari kebiasaan istirahat yang sehat.

2. Terlalu Lama Menatap Layar Bisa Membuat Tubuh Sulit Beristirahat

Smartphone, laptop, dan perangkat digital lainnya sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Masalahnya, penggunaan layar yang terlalu lama, terutama menjelang waktu tidur, dapat membuat seseorang terus terjaga.

Menonton video, bermain media sosial, membalas pesan, atau menyelesaikan pekerjaan di malam hari membuat otak tetap aktif ketika seharusnya mulai bersiap untuk beristirahat.

Kebiasaan tersebut juga sering membuat waktu tidur mundur tanpa disadari. Niat awal hanya menggunakan ponsel beberapa menit bisa berubah menjadi berjam-jam.

Untuk menguranginya, coba berikan jeda dari layar menjelang tidur. Gunakan waktu tersebut untuk melakukan aktivitas yang lebih tenang, seperti membaca buku, merapikan kamar, atau sekadar bersantai.

3. Jarang Bergerak Juga Bisa Membuat Tubuh Terasa Lemas

Rutinitas modern membuat banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk. Bekerja di depan komputer, berkendara, hingga menikmati hiburan melalui smartphone membuat aktivitas fisik terkadang terlupakan.

Padahal, tubuh tetap membutuhkan gerakan sepanjang hari. Tidak harus selalu melakukan olahraga berat. Berjalan kaki sebentar, melakukan peregangan, naik turun tangga, atau sekadar berdiri setelah duduk terlalu lama bisa menjadi pilihan sederhana.

Kurangnya aktivitas fisik dapat membuat tubuh terasa kurang bertenaga. Ketika rasa lelah dan jenuh datang bersamaan, rasa mengantuk pun lebih mudah muncul.

Menyisipkan aktivitas ringan di tengah kesibukan bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membuat tubuh tetap aktif sepanjang hari.

4. Pola Makan dan Minum Jangan Diabaikan

Apa yang dikonsumsi sepanjang hari juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh terasa. Makan dalam jumlah sangat banyak sekaligus, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, atau memiliki jadwal makan yang tidak teratur dapat membuat energi terasa naik-turun.

Begitu pula dengan asupan cairan. Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup cairan, seseorang bisa merasa kurang nyaman dan lebih sulit mempertahankan kondisi tubuh yang optimal selama beraktivitas.

Karena itu, pola makan seimbang dan kebiasaan minum air yang cukup penting untuk diperhatikan. Pilih makanan yang beragam dengan sumber karbohidrat, protein, sayuran, buah, serta lemak sehat sesuai kebutuhan.

Bukan berarti rasa mengantuk setelah makan harus selalu dikaitkan dengan jenis makanan tertentu. Namun, memperhatikan waktu, jumlah, dan kualitas makanan dapat membantu membangun pola hidup yang lebih teratur.

5. Jangan Abaikan Jika Kantuk Terjadi Terus-Menerus

Mengantuk sesekali pada siang hari merupakan hal yang wajar. Namun, jika rasa kantuk muncul hampir setiap hari, sangat berat, atau sampai mengganggu pekerjaan dan aktivitas, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele.

Coba evaluasi kembali kebiasaan selama beberapa hari. Apakah waktu tidur sudah teratur? Apakah masih sering menggunakan smartphone sampai larut malam? Apakah tubuh cukup bergerak? Bagaimana pola makan dan minum sehari-hari?

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari.

Pada akhirnya, rasa mengantuk di siang hari bukan hanya soal kurang tidur. Tubuh dipengaruhi oleh banyak kebiasaan yang saling berkaitan. Dengan memperhatikan kualitas istirahat, mengurangi penggunaan layar berlebihan, tetap aktif bergerak, serta menjaga pola makan dan minum, rutinitas harian bisa terasa lebih seimbang.

Jika rasa kantuk berlebihan berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan lain, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan untuk mengetahui penyebab yang tepat. (Abr /IDN). 

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami