TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Umanis Galungan: Harmoni Silaturahmi, Tradisi Suci, dan Kemenangan Dharma yang Dipertahankan

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Kamis, November 20, 2025
Gambar Utama

Suasana penuh kelembutan saat keluarga Hindu saling bersalaman pada Umanis Galungan, memaknai silaturahmi sebagai wujud dharma dan keharmonisan keluarga. Foto: Visual AI Ambara / InfoDewataNews



INFODEWATANEWS.COM – Sehari setelah gegap gempita Hari Raya Galungan, umat Hindu Bali memasuki suasana yang lebih teduh dan menenangkan. Hari ini dikenal sebagai Umanis Galungan, sebuah momentum lembut yang menjadi jembatan antara kemenangan dharma dan pelaksanaan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan nyata. Jika Galungan identik dengan upacara besar, rangkaian banten, dan persiapan panjang, maka Umanis Galungan hadir sebagai ruang refleksi dan mempererat hubungan spiritual serta kekeluargaan.

Menurut Kementerian Agama RI, Umanis Galungan jatuh pada Wraspati Umanis, Wuku Dungulan, tepat sehari setelah Galungan. Pada hari ini umat melaksanakan Dharma Santi—tradisi saling berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat untuk mengucapkan syukur, memohon maaf, serta memperkokoh hubungan harmonis. Suasana desa biasanya menjadi lebih hidup oleh gelak tawa, langkah kaki keluarga yang berjalan bersama, hingga sapaan hangat antarwarga yang jarang bertemu di hari biasa.

Tradisi Dharma Santi tidak hanya memperkuat tali kasih antarsesama, tetapi juga mengingatkan bahwa kemenangan dharma bukan hanya dirayakan, melainkan dijaga setiap hari. Nilai-nilai kebaikan seperti kesabaran, welas asih, dan ketulusan harus terus disuburkan dalam keseharian. Pada malam hari, umat kembali memuja Dewata Nawa Sangga, memohon agar cahaya dharma senantiasa membimbing pikiran, perkataan, dan tindakan. Persembahyangan malam Umanis Galungan ini menjadi ruang kontemplasi yang tenang, seolah mengembalikan fokus batin setelah hiruk-pikuk persiapan Galungan.

Di balik nuansa spiritualnya, Umanis Galungan juga diperkaya dengan tradisi-tradisi penuh makna. Salah satu yang paling khas adalah Natab Sesayut, sebuah upacara yang diperuntukkan bagi anak-anak yang belum mengalami meketus (tanggal gigi). Upacara ini dilakukan sebagai permohonan keselamatan, kesehatan, serta perlindungan dari pengaruh negatif. Wajah-wajah polos anak-anak sering menjadi pemandangan yang mengharukan, apalagi ketika mereka duduk bersimpuh sementara orang tua menyiapkan doa dan tirta. Natab Sesayut menjadi simbol betapa pentingnya generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya dan spiritualitas Hindu Bali.

Tak kalah meriah, di banyak desa anak-anak dan remaja menampilkan tradisi ngelawang, yaitu menarikan barong kecil berkeliling desa dengan iringan gamelan sederhana. Mereka mendatangi rumah-rumah warga, membawakan tarian penuh energi dan keceriaan. Suara gamelan yang berayun riang disertai sorak kecil anak-anak menjadikan desa terasa hidup. Pemilik rumah biasanya memberikan canang, jajanan, atau sejumlah uang sebagai dukungan atas pelestarian seni dan tradisi barong. Ngelawang diyakini mampu mengusir energi negatif sekaligus membawa vibrasi positif bagi keluarga yang dikunjungi.

Dalam dinamika zaman yang terus berubah, Umanis Galungan tetap hadir sebagai pengingat bahwa hidup beragama tidak hanya terletak pada ritual besar, tetapi juga pada cara menjaga hubungan sesama manusia. Melalui kunjungan keluarga, percakapan hangat, tradisi ngelawang, hingga doa-doa sederhana yang dipanjatkan di malam hari, Umanis Galungan memperlihatkan bahwa budaya Bali terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan akar spiritualnya.

Momentum ini juga menjadi cermin bahwa kemenangan dharma bukanlah sebuah akhir, melainkan perjalanan batin yang terus dijaga. Dengan pikiran bersih, hati penuh welas asih, serta tindakan yang tulus, umat Hindu Bali diajak untuk membawa makna Galungan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Ngurah Ambara
Editor: Redaksi

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami