TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

5 Tanda Yellow Flag dalam Hubungan Remaja: Waspada, Tapi Jangan Langsung Pergi

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Sabtu, Desember 27, 2025
Gambar Utama

Seorang remaja perempuan merenung sambil menatap ponsel, menggambarkan fase ragu dalam hubungan yang belum tentu salah, tapi perlu dipahami. Foto: Ambara / InfoDewataNews

INFODEWATANEWS.COM – Dalam hubungan remaja, tidak semua hal yang terasa kurang nyaman harus langsung diberi label toxic. Ada kalanya, perasaan ragu muncul bukan karena cinta itu salah, tapi karena kita sedang belajar memahami satu sama lain.

Di media sosial, istilah red flag sering digaungkan—seolah sedikit saja ada yang mengganggu, hubungan harus segera diakhiri. Padahal, di antara hitam dan putih, ada warna kuning. Ya, yellow flag.

Yellow flag bukan tanda bahaya besar, tapi juga bukan hal yang bisa diabaikan begitu saja. Ia seperti lampu kuning di lampu lalu lintas—bukan berhenti total, tapi memperlambat langkah dan lebih waspada.

Dalam hubungan remaja yang masih penuh proses belajar, yellow flag sering muncul dalam bentuk kebiasaan kecil, cara berkomunikasi, atau perbedaan emosi yang belum sepenuhnya matang. Jika dipahami dengan benar, yellow flag justru bisa menjadi momen tumbuh bersama.

Lalu, apa saja tanda yellow flag yang sering muncul dalam hubungan remaja?

1.  yang Kadang Terbuka, Kadang Menghilang

Sikap yang hangat hari ini dan dingin keesokan hari sering menimbulkan tanda tanya dalam hubungan remaja. Foto: Ambara / InfoDewataNews

Dia bisa sangat hangat hari ini, tapi besok terasa dingin tanpa alasan jelas. Bukan ghosting, tapi cukup untuk membuatmu bertanya-tanya.

Ini termasuk yellow flag karena bisa jadi dia sedang belajar mengatur emosi atau belum terbiasa mengomunikasikan perasaannya. Selama masih mau diajak bicara dan tidak sengaja menghindar terus-menerus, ini masih bisa diperbaiki.

Kuncinya: komunikasi jujur, bukan asumsi.

2. Mudah Cemburu, Tapi Masih Mau Mendengar Penjelasan

Rasa cemburu yang masih bisa dibicarakan menjadi tanda hubungan belum sempurna, tapi masih bisa diperbaiki.Foto: AI Ambara / InfoDewataNews


Rasa cemburu dalam kadar tertentu itu manusiawi, apalagi di usia remaja. Yellow flag muncul ketika cemburu mulai sering, tapi belum sampai mengontrol atau melarang.

Kalau dia masih mau mendengarkan penjelasanmu dan belajar menenangkan diri, ini bukan red flag. Justru ini tanda bahwa dia masih belajar percaya.

Masalah muncul kalau kecemburuan dibiarkan tanpa dibahas.

3. Sulit Mengungkapkan Perasaan Secara Langsung

Tidak semua orang pandai merangkai kata, meski perasaannya ada dan tulus. Foto: Ambara / InfoDewataNews

Ada orang yang tidak pandai merangkai kata. Dia peduli, tapi sulit mengekspresikannya. Kadang kamu harus menebak-nebak apa yang dia rasakan.

Ini yellow flag, bukan karena dia tidak peduli, tapi karena kemampuan komunikasi emosinya belum matang. Selama tindakannya masih konsisten dan tidak menyakitkan, ini bisa dipelajari bersama.

Hubungan bukan soal pintar bicara, tapi mau belajar bicara.

4. Terlalu Sibuk dengan Dunia Sendiri

Kesibukan dan ruang pribadi kadang menciptakan jarak yang perlu dibicarakan, bukan langsung diputuskan. Foto: Ambara / InfoDewataNews

Sekolah, teman, hobi, atau game kadang jadi prioritas utama. Kamu tidak selalu jadi pusat dunianya, dan itu membuatmu sedikit merasa diabaikan.

Yellow flag muncul ketika keseimbangan belum tercapai, bukan karena dia sengaja menjauh. Hubungan yang sehat tetap memberi ruang pribadi, tapi juga tahu kapan harus hadir.

Yang perlu dibicarakan: waktu dan perhatian, bukan tuntutan.

5. Tidak Selalu Peka, Tapi Mau Belajar

Remaja perempuan merenung sambil menatap ponsel, menggambarkan proses belajar memahami perasaan satu sama lain meski belum selalu peka, namun masih mau mendengar dan berubah. Foto: Ambara / InfoDewataNews

Kadang dia tidak sadar kalau ucapannya menyakiti. Kadang dia terlambat meminta maaf. Tapi ketika kamu menyampaikan dengan baik, dia mau mendengarkan dan mencoba berubah.

Ini yellow flag yang paling sering disalahpahami. Bukan soal langsung sempurna, tapi soal kemauan bertumbuh.

Hubungan remaja bukan tentang siapa yang paling dewasa, tapi siapa yang mau belajar.

Yellow flag bukan alarm untuk kabur, tapi sinyal untuk berhenti sejenak dan memperhatikan. Dalam hubungan remaja, wajar jika masih ada kekurangan, kebingungan, dan proses pendewasaan.

Selama masih ada rasa saling menghargai, komunikasi, dan keinginan memperbaiki diri, yellow flag bisa berubah menjadi green flag seiring waktu.

Karena tidak semua yang membuatmu ragu harus ditinggalkan—sebagian hanya perlu dipahami.

🖋️ Penulis: Ngurah Ambara | InfoDewataNews

☕ Pecinta kopi dan senja, percaya bahwa hubungan yang sehat bukan tentang mencari yang tanpa cela, tapi tentang dua orang yang mau belajar membaca tanda-tanda dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih.


0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami