TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Menyelami Keunikan Pura Khayangan Jagat Goa Giri Putri di Nusa Penida

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Rabu, Desember 10, 2025
Gambar Utama

Pemandangan dalam goa Ruang luas mampu menampung ribuan orang meski terlihat sempit dari luar. Foto : Ig/hidwii



INFODEWATANEWS.COM - Bali memang dikenal dengan keindahan alamnya, namun tak kalah menarik adalah warisan spiritualnya berupa pura-pura suci. Salah satu pura yang menawarkan pengalaman berbeda adalah Pura Khayangan Jagat Goa Giri Putri, yang terletak di Desa Suana, 

Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Pura ini tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga sejarah yang panjang, bahkan dipercaya sudah ada sejak zaman Neolitikum. Berbeda dengan pura lainnya, Goa Giri Putri menawarkan sensasi masuk ke goa yang sempit namun luas di dalamnya, sekaligus menyaksikan rangkaian tahapan persembahyangan yang unik.

Sejarah Pura Goa Giri Putri

Pura ini awalnya digunakan sebagai tempat berlindung pada zaman Neolitikum, ketika manusia hidup tanpa norma dan aturan sehingga kekuatan menjadi penentu hidup mereka. Seiring berkembangnya zaman, goa ini bertransformasi menjadi tempat meditasi dan aktivitas spiritual.

Nama “Giri Putri” sendiri memiliki makna mendalam: “Giri” berarti gunung atau bukit, sedangkan “Putri” merujuk pada sifat keibuan Tuhan dalam ajaran Hindu. Dengan demikian, Goa Giri Putri adalah ruang sakral yang menjadi tempat bersemayam Hyang Giri Putri, salah satu manifestasi Tuhan dalam wujud Siwa.

Berdasarkan pengukuran pada Agustus 2007 oleh Tim Pengabdian Dosen FT Universitas Warmadewa, goa ini berada pada ketinggian 150 meter di atas permukaan laut dengan panjang total sekitar 262 meter. Goa ini memiliki empat bagian besar untuk persembahyangan: satu di luar goa dan tiga di dalam (depan, tengah, dan belakang).

Sebelum tahun 1990, Goa Giri Putri hanya dikenal sebagai objek wisata lokal, terutama pada hari Raya Galungan dan Kuningan. Air di dalam goa pun digunakan sebagai tirta untuk upacara Panca Yadnya. Hingga kini, belum ditemukan prasasti resmi mengenai pembangunan goa ini, sehingga usia dan pendirinya tetap menjadi misteri.

Pada tahun 1990, Gubernur Bali saat itu, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, mengunjungi Goa Giri Putri dan mendorong masyarakat untuk menjaga keberadaan goa ini sebagai tempat wisata spiritual sekaligus tempat persembahyangan. Sejak itu, dibangunlah sejumlah palinggih dan goa ini diberi nama Goa Giri Putri.

Kondisi dan Fakta Menarik Goa Giri Putri 

Dahulu, Goa Giri Putri tampak gelap dan menakutkan dengan lantai licin dan tirta yang melimpah. Namun kini, goa lebih terang dan terawat dengan baik. Fakta uniknya adalah jalur masuk sangat sempit, hanya cukup dilalui satu orang, namun begitu masuk, ruangan di dalam goa sangat luas dan mampu menampung hingga 5.000 orang.

Tahapan Persembahyangan di Goa Giri Putri

Pemedek yang beribadah di Goa Giri Putri diwajibkan mengikuti enam tahapan persembahyangan, yaitu:

1. Linggih Ida Hyang Tri Purusa dan Ganapati

2. Linggih Ida Hyang Wisnu dan Wasuki, termasuk lingga yoni yang melambangkan stana Dewa Siwa

3. Linggih Ida Hyang Dewi Gangga, tempat melukat untuk membersihkan diri secara lahir dan batin

4. Linggih Ida Hyang Giri Pati

5. Linggih Ida Hyang Giri Putri, pelinggih utama dalam goa

6. Linggih Ida Hyang Siwa Amerta, Rambut Sedana, Ratu Mas Manik Melanting, Ratu Syahbandar, Dewi Kwan Im, Dewa Langit, dan Dewa Bumi, tempat sembahyang terakhir yang dihiasi ornamen merah, lampion, serta patung dewa-dewi khas China.

Pura ini mengusung konsep Siwa-Budha, yang umum ditemui di pura besar di Bali. Banyak pengunjung datang membawa pejati, memohon kelancaran usaha dan keberkahan hidup.

Pura Khayangan Jagat Goa Giri Putri bukan hanya menawarkan keindahan arsitektur dan spiritualitas, tetapi juga sejarah panjang yang kaya makna. Dari goa yang sempit namun luas di dalamnya, hingga tahapan persembahyangan yang mendalam, pura ini menjadi salah satu destinasi unik bagi para wisatawan dan pemedek yang ingin merasakan pengalaman spiritual khas Bali. Goa Giri Putri membuktikan bahwa keindahan dan kekuatan spiritual dapat ditemukan di tempat yang tak terduga, di tengah pesona alam Nusa Penida.

Penulis : Ngurah Ambara
Editor :Redaksi InfoDewataNews

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami