TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Wewaran, Ekawara hingga Dasawara Beserta Uku, Urip, dan Dewatanya: Pengetahuan Lengkap dalam Sistem Penanggalan Bali

Redaksi InfoDewataNews |    ðŸ•’ Selasa, Desember 09, 2025
Gambar Utama

Ilustrasi Seorang tetua adat Bali membaca lontar kuno di depan rumah tradisional, sebagai simbol kearifan lokal dalam memahami wewaran, urip, dewata, uku, dan sasih dalam penanggalan Bali. Foto: AI Ambara / InfoDewataNews


INFODEWATANEWS.COM – Dalam tradisi penanggalan Bali, wewaran merupakan salah satu sistem pengukur waktu yang sangat penting. Wewaran adalah ritme hari yang berulang secara periodik, dan sering disebut sebagai “gelombang minor” dari sistem pawukon. Artinya, meski wewaran memberikan karakter atau sifat pada suatu hari, yang paling dominan tetap ditentukan oleh wuku atau pawukonnya.

Untuk dapat memahami karakter suatu hari, digunakanlah nilai urip atau neptu, yaitu angka bernilai khusus yang digunakan dalam perhitungan dewasa ayu, hari baik, karakter lahir, hingga berbagai upacara adat di Bali. Dalam sistem ini terdapat 10 jenis wewaran, mulai dari Ekawara hingga Dasawara, masing-masing memiliki makna, urip, dan dewa penguasanya.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Ekawara

Ekawara adalah sistem wewaran dengan satu hitungan hari. Sifatnya melambangkan kehampaan, kesunyian, dan kembali ke asal, sehingga sering diasosiasikan dengan proses pembersihan energi.

  • Luang (tunggal, kosong) memiliki urip 1. Dewatanya Sanghyang Taya, dan letaknya di barat laut.

2. Dwiwara

Dwiwara memiliki dua unsur yang saling melengkapi, menggambarkan keseimbangan antara keterbukaan dan ketertutupan.

  • Menga (terbuka) memiliki urip 5. Dewatanya Sanghyang Kalima, dan letaknya di timur.
  • Pepet (tertutup) memiliki urip 4. Dewatanya Sanghyang Timira, dan letaknya di utara.

3. Triwara

Triwara menunjukkan dinamika tiga energi yang memengaruhi aktivitas manusia: pelepasan, kemakmuran, dan ketegasan.

  • Pasah atau Dora (tersisih) memiliki urip 9. Dewatanya Sanghyang Cika, dan letaknya di selatan.
  • Beteng atau Waya (Makmur) memiliki urip 4. Dewatanya Sanghyang Wacika, dan letaknya di utara.
  • Kajeng atau Biantara (tenakan yang tajam) memiliki urip 7. Dewatanya Sanghyang Manacika, dan letaknya di Barat.

4. Caturwara

Caturwara terdiri dari empat energi dasar yang berkaitan dengan hasil, kesejahteraan, keunggulan, dan harmoni lingkungan.

  • Sri (kemakmuran) memiliki urip 6. Dewatanya Bagawan Bregu, dan letaknya di timur laut
  • Laba (berhasil atau pemberian) memiliki urip 5. Dewatanya Bagawan Kanwa, dan letaknya di barat daya.
  • Jaya (unggul) memiliki urip 1. Dewatanya Bagawan Janaka, dan letaknya di barat laut.
  • Menala (lingkungan) memiliki urip 8. Dewatanya Bagawan Narada, dan letaknya di tenggara.

5. Pancawara

Pancawara adalah salah satu siklus paling dikenal di Bali, digunakan dalam hampir seluruh perhitungan dewasa ayu dan kegiatan adat.

  • Umanis memiliki urip 5. Dewatanya Sanghyang Iswara, dan letaknya di timur.
  • Paing memiliki urip 9. Dewatanya Sanghyang Brahma, dan letaknya di selatan.
  • Pon memiliki urip 7. Dewatanya Sanghyang Mahadewa, dan letaknya di barat.
  • Wage memiliki urip 4. Dewatanya Sanghyang Wisnu, dan letaknya di utara.
  • Kliwon memiliki urip 8. Dewatanya Sanghyang Siwa, dan letaknya di tengah.

6. Sadwara

Sadwara menunjukkan enam siklus energi yang mencerminkan sifat dan kondisi batin manusia—dari keraguan, ceroboh, hingga penyembuhan.

  • Tungleh (bohong, sementara) memiliki urip 7. Dewatanya Sanghyang Indra, dan letaknya di barat.
  • Aryang (lupa, kurus) memiliki urip 6. Dewatanya Sanghyang Baruna, dan letaknya di timur laut.
  • Urukung (ceroboh, punah) memiliki urip 5. Dewatanya Sanghyang Kuwera, dan letaknya di timur.
  • Paniron (palsu, gemuk) memiliki urip 8. Dewatanya Sanghyang Bayu, dan letaknya di tenggara.
  • Was (kekhawatiran, kesembuhan) memiliki urip 9. Dewatanya Sanghyang Bajra, dan letaknya di selatan.
  • Maulu (pitam) memiliki urip 3. Dewatanya Sanghyang Erawan, dan letaknya di barat daya.

7. Saptawara

Saptawara adalah tujuh hari yang menjadi dasar kalender umum dan digunakan bersama Pancawara untuk menentukan dewasa.

  • Redite (Minggu) memiliki urip 5. Dewatanya Sanghyang Baskara,Surya dan letaknya di timur.
  • Soma (Senin) memiliki urip 4. Dewatanya Sanghyang Candra, dan letaknya di utara.
  • Anggara (Selasa) memiliki urip 3. Dewatanya Sanghyang Angkara,Tranggana dan letaknya di barat daya.
  • Buda (Rabu) memiliki urip 7. Dewatanya Sanghyang Udara,Budha dan letaknya di barat.
  • Wraspati (Kamis) memiliki urip 8. Dewatanya Sanghyang Sukra Guru,BhagawanWraspati dan letaknya di tenggara.
  • Sukra (Jumat) memiliki urip 6. Dewatanya Sanghyang Bregu,Bhagawan Sukra dan letaknya di timur laut.
  • Saniscara (Sabtu) memiliki urip 9. Dewatanya Sanghyang Wasu, Saniscara/ Sani dan letaknya di selatan.

8. Astawara 

Astawara menggambarkan delapan prinsip kehidupan, mulai dari kemakmuran, tuntunan, hingga peleburan.

  • Sri (makmur dan pengatur) memiliki urip 6. Dewatanya Sanghyang Sri, dan letaknya di timur laut.
  • Indra (indah dan penggerak) memiliki urip 5. Dewatanya Sanghyang Indra, dan letaknya di timur.
  • Guru (tuntunan) memiliki urip 8. Dewatanya Sanghyang Guru, dan letaknya di tenggara.
  • Yama (adil) memiliki urip 9. Dewatanya Sanghyang Yama, dan letaknya di selatan.
  • Ludra (peleburan) memiliki urip 3. Dewatanya Sanghyang Ludra, dan letaknya di barat daya.
  • Brahma (pencipta) memiliki urip 7. Dewatanya Sanghyang Brahma, dan letaknya di barat.
  • Kala (nilai dan peneliti) memiliki urip 1. Dewatanya Sanghyang Kala, dan letaknya di barat laut.
  • Uma (pemelihara) memiliki urip 4. Dewatanya Sanghyang Uma, dan letaknya di utara.


9. Sangawara

Sangawara berisi sembilan energi yang menggambarkan sifat alam dan manusia dalam siklus perubahan.

  • Dangu memiliki urip 5. Dewatanya Sanghyang Iswara, dan letaknya di timur.
  • Jangur memiliki urip 8. Dewatanya Sanghyang Maheswara, dan letaknya di tenggara.
  • Gigis memiliki urip 9. Dewatanya Sanghyang Brahma, dan letaknya di selatan.
  • Nohan memiliki urip 3. Dewatanya Sanghyang Rudra, dan letaknya di barat daya.
  • Ogan memiliki urip 7. Dewatanya Sanghyang Mahadewa, dan letaknya di barat.
  • Erangan memiliki urip 1. Dewatanya Sanghyang Sangkara, dan letaknya di barat laut.
  • Urungan memiliki urip 4. Dewatanya Sanghyang Wisnu, dan letaknya di utara.
  • Tulus memiliki urip 6. Dewatanya Sanghyang Sambu, dan letaknya di timur laut.
  • Dadi memiliki urip 8. Dewatanya Sanghyang Siwa, dan letaknya di tengah.

10. Dasawara

Dasawara adalah tingkat tertinggi dalam sistem wewaran, menggambarkan sepuluh kekuatan hidup dari manusia hingga dewa.

  • Pandita memiliki urip 5. Dewatanya Sanghyang Surya, dan letaknya di timur.
  • Pati memiliki urip 7. Dewatanya Sanghyang Kala Mertyu, dan letaknya di barat.
  • Suka memiliki urip 10. Dewatanya Sanghyang Semara, dan letaknya di atas.
  • Duka memiliki urip 4. Dewatanya Sanghyang Durga, dan letaknya di utara.
  • Sri memiliki urip 6. Dewatanya Sanghyang Amerta, dan letaknya di timur laut.
  • Manuh memiliki urip 2. Dewatanya Sanghyang Kala Lupa, dan letaknya di bawah.
  • Manusa memiliki urip 3. Dewatanya Sanghyang Suksam, dan letaknya di barat daya.
  • Raja memiliki urip 8. Dewatanya Sanghyang Kala Ngis, dan letaknya di tenggara.
  • Dewa memiliki urip 9. Dewatanya Sanghyang Darma, dan letaknya di selatan.
  • Raksasa memiliki urip 1. Dewatanya Sanghyang Maha Kala, dan letaknya di barat laut.


Daftar Lengkap Uku Bali, Urip, Letak, dan Dewatanya

Dalam sistem penanggalan Bali, Ukwara (Uku) merupakan siklus minggu yang berjumlah 30 dan terus berulang. Setiap uku memiliki urip (energi angka), arah letak, serta penguasa dewata yang memberi karakter tertentu pada hari tersebut. Informasi ini penting dalam perhitungan dewasa ayu, upacara, hingga membaca sifat lahir seseorang.

Berikut Daftar Uku Bali:

  • Sinta – urip 7 – letak barat – Dewa Yamadipati
  • Landep – urip 1 – letak barat laut – Dewa Mahadewa
  • Ukir – urip 4 – letak utara – Dewa Mahayekti
  • Kulantir – urip 6 – letak timur laut – Dewa Langsur
  • Tolu – urip 5 – letak timur – Dewa Bayu
  • Gumbreg – urip 8 – letak tenggara – Dewa Candra
  • Wariga – urip 9 – letak selatan – Dewa Asmara
  • Warigadean – urip 3 – letak barat daya – Dewa Maharsi
  • Julungwangi – urip 7 – letak barat – Dewa Sambu
  • Sungsang – urip 1 – letak barat laut – Dewa Gana
  • Dungulan – urip 4 – letak utara – Dewa Kumara
  • Kuningan – urip 6 – letak timur laut – Dewa Indra
  • Langkir – urip 5 – letak timur – Dewa Kala
  • Medangsia – urip 8 – letak tenggara – Dewa Brahma
  • Pujud – urip 9 – letak selatan – Dewa Guritna
  • Pahang – urip 3 – letak barat daya – Dewa Tantra
  • Krulut – urip 7 – letak barat – Dewa Surenggana
  • Mrakih – urip 1 – letak barat laut – Dewa Wisnu
  • Tambir – urip 4 – letak utara – Dewa Siwa
  • Medangkungan – urip 6 – letak timur laut – Dewa Basuki
  • Matal – urip 5 – letak timur – Dewa Sakri
  • Uye – urip 8 – letak tenggara – Dewa Kowera
  • Menail – urip 9 – letak selatan – Dewa Citragotra
  • Prangbakat – urip 3 – letak barat daya – Dewa Bisma
  • Bala – urip 7 – letak barat – Dewa Durgha
  • Ugu – urip 1 – letak barat laut – Dewa Singajanma
  • Wayang – urip 4 – letak utara – Dewa Sri
  • Klawu – urip 6 – letak timur laut – Dewa Sedana
  • Dukut – urip 5 – letak timur – Dewa Baruna
  • Watugunung – urip 8 – letak tenggara – Dewa Anantaboga


Daftar Sasih Bali dan Dewanya

Dalam kalender Saka Bali, Sasih adalah siklus bulan yang menentukan pergerakan upacara, pertanian, spiritualitas, hingga energi alam. Setiap sasih memiliki dewata penguasa, yang mempengaruhi karakter dan makna bulan tersebut. Pemahaman sasih sering digunakan dalam menentukan hari baik (dewasa), karya yadnya, dan aktivitas adat lainnya.

  • Srawana-Kasa-Juli yoga Dewi Sri
  • Bhadrawada-Karo-Agustus yoga Dewa Ganga
  • Asuji/aswino-Katiga-September yoga Dewa Wisnu
  • Kartika-Kapat-Oktober yoga Dewa Brahma
  • Marggasirsa-Kalima-November yoga Dewa Iswara
  • Posya-Kanem-Desember yoga Dewa Durgha
  • Magha-Kapitu-Januari Yoga Bhatara Guru/ Siwa 
  • Palguna-Kawolu-Februari yoga Dewa Parameswara
  • Caitra-Kasanga-Maret yoga dewi Uma
  • Waisaka-Kadasa-April yoga Dewa Sangkara
  • Jyesta-Desta-Mei yoga dewa Sambu
  • Asadha-Sada-Juni YogA Dewa Anantaboga
Pemahaman mengenai wewaran, urip, dewata, uku, dan sasih bukan hanya menjadi bagian dari warisan leluhur, tetapi juga digunakan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Bali—mulai dari menentukan hari baik, upacara adat, hingga memahami karakter kelahiran. Dengan mengenal sistem ini lebih dalam, kita dapat melihat betapa kaya dan detailnya pengetahuan waktu dalam tradisi Hindu Bali.

Penulis : Ngurah Ambara 
Editor : Redaksi InfoDewataNews 

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami