INFODEWATANEWS.COM, DENPASAR – Pemuda Theravada Indonesia (PATRIA) genap berusia 30 tahun. Organisasi sosial-keagamaan Buddhis bercorak kepemudaan ini merayakan tiga dasawarsa pengabdian melalui perayaan bertajuk “ABHIKKAMA – Maju Terus” yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, Minggu (22/2/2026).
Selama satu tahun penuh sejak Maret 2025, tema ABHIKKAMA yang bermakna “Maju Terus” telah digaungkan melalui berbagai kontribusi nyata kader PATRIA di 24 provinsi dan 99 kota/kabupaten di Indonesia. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang PATRIA dalam melahirkan generasi muda yang bermoral, sukses, dan mandiri dalam kehidupan bermasyarakat serta bernegara.
Ketua Umum Panitia 30 Tahun Pengabdian PATRIA, Linda Watitjandera, SE., menyampaikan bahwa dipilihnya Bali sebagai lokasi perayaan bukan tanpa alasan. Bali dikenal sebagai tanah yang menumbuhkan harmoni, toleransi, dan moderasi beragama.
“Semangat luar biasa DPD PATRIA Bali bersama DPP PATRIA menjadi kekuatan utama terselenggaranya acara ini. Dukungan yang tulus serta kolaborasi lintas generasi dan organisasi membuktikan bahwa semangat ABHIKKAMA benar-benar hidup di tengah-tengah kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah serta seluruh keluarga besar Buddhis atas dukungan yang diberikan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PATRIA, Ir. Michael Kirana Sutiono, S.T., menegaskan bahwa tema ABHIKKAMA bukan sekadar slogan, melainkan penegasan arah langkah PATRIA ke depan.
“Dalam konteks spiritual, Abhikkama adalah tekad untuk terus bergerak maju, meninggalkan kebiasaan buruk, dan mengembangkan kebajikan. Usia 30 tahun bukan lagi usia muda, tetapi usia matang. Ini bukan waktu untuk berhenti, melainkan terus melangkah,” tegasnya.
Ia berharap semangat ABHIKKAMA hidup dalam hati setiap kader PATRIA agar tidak malas dan tidak stagnan, tetapi terus maju secara spiritual maupun sosial melalui berbagai perbuatan baik.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali yang diwakili oleh I Dewa Gede Mehendra, SH, MH, selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Bali. Ia mengapresiasi perjalanan 30 tahun PATRIA yang dinilai sebagai usia matang bagi organisasi kepemudaan.
“PATRIA telah menunjukkan konsistensi dan dedikasi yang tak ternilai dalam membina generasi muda berkarakter luhur. Kontribusinya bagi Bali sangat strategis, baik secara sekala maupun niskala melalui doa-doa dan praktik meditasi atau bhawana yang menghadirkan vibrasi positif bagi kedamaian Pulau Dewata,” ujarnya.
Ia juga menilai peran PATRIA dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan penguatan toleransi antarumat beragama sejalan dengan visi Gubernur Bali Wayan Koster melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Ekonomi Kerthi Bali yang menekankan penjagaan kesucian dan keharmonisan alam.
Apresiasi turut disampaikan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia yang diwakili oleh Drs. Supriyadi, M.Pd., selaku Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha.
Ia menilai tema ABHIKKAMA – Maju Terus menjadi landasan penting bagi langkah PATRIA ke depan. Menurutnya, Indeks Pembangunan Pemuda Indonesia yang kini mencapai skor 56,33 menunjukkan tren peningkatan, dan di dalamnya terdapat kontribusi nyata organisasi kepemudaan termasuk PATRIA.
“Angka ini harus dijadikan pijakan untuk memperbaiki indikator yang masih lemah, terutama partisipasi dan kepemimpinan. Peningkatan kualitas diri sebagai calon pemimpin bangsa harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Supriyadi berharap PATRIA berani mengambil peran strategis dalam memperkuat partisipasi dan kepemimpinan pemuda. Ia juga mengajak kader PATRIA untuk turut menjaga kelestarian lingkungan dengan menjadi pelopor gerakan ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) sebagaimana digaungkan Presiden Prabowo Subianto.
“Khususnya di Bali, PATRIA diharapkan turut menjaga kebersihan lingkungan, menciptakan organisasi dan rumah ibadah yang aman dan sehat secara fisik maupun mental, serta mewujudkan aksi nyata menjaga lingkungan tetap bersih, hijau, dan lestari,” tambahnya.
Pemerintah Indonesia pun menyampaikan Dirgahayu ke-30 bagi seluruh keluarga besar PATRIA, seraya mendorong para pemuda untuk terus maju dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Perayaan tiga dasawarsa ini semakin istimewa karena sebelumnya, pada Juni 2025, PATRIA sukses menyelenggarakan PORSENI Nasional VI yang diikuti hampir 1.000 pemuda-pemudi Buddhis dari 24 provinsi. Ajang yang mempertandingkan 26 cabang lomba tersebut meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pagelaran Olahraga dan Seni Pemuda Buddhis Nasional nomor satu di Indonesia. Para peserta memperebutkan Piala Sanghapamokkha yang didesain khusus oleh Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera untuk Juara Umum.
Dalam momentum ini, DPP PATRIA juga meluncurkan buku berjudul “39 Tahun Perjalanan PATRIA – Abhikkama” sebagai catatan sejarah pengabdian organisasi di Nusantara. Buku tersebut diharapkan menjadi warisan semangat dan penunjuk arah bagi generasi mendatang menuju Indonesia Emas.
Perayaan yang diisi dengan pertunjukan seni dan seremoni ini juga menjadi momentum penguatan nilai Katannukatavedi, yakni mengingat dan membalas budi kepada para pendahulu yang telah berkontribusi dalam perjalanan PATRIA. Semangat ABHIKKAMA pun diharapkan terus menginspirasi pemuda Buddhis Indonesia untuk maju, berkembang dalam kebajikan, dan menumbuhkan kebijaksanaan demi masa depan bangsa yang lebih baik. (Abr /IDN).

0Komentar