INFODEWATANEWS.COM, Klungkung - Pulau Nusa Penida dikenal sebagai tanah yang kaya akan energi spiritual, kisah niskala, serta peninggalan pura-pura kuno yang sarat makna. Di antara banyaknya pura suci yang ada, Pura Paluang menjadi salah satu yang paling unik dan menarik perhatian. Terletak di wilayah Karang Dawa, pura ini bukan hanya berdiri di atas bukit karang dengan jurang curam di sekitarnya, tetapi juga memiliki pelinggih yang tidak lazim, yaitu pelinggih berbentuk mobil. Keunikan inilah yang menjadikan Pura Paluang terkenal hingga mancanegara dan menyimpan cerita turun-temurun yang terus dipercaya oleh masyarakat setempat.
Menurut cerita leluhur, sejarah Pura Paluang bermula dari niat seorang warga Karang Dawa yang hendak membuka lahan perkebunan di kawasan tersebut. Saat proses pembukaan lahan, terdapat sebuah batu karang besar yang menghalangi dan harus dipindahkan. Batu tersebut kemudian berhasil dipindahkan ke lokasi lain. Namun keesokan harinya, batu karang itu kembali ke posisi semula. Kejadian aneh ini terjadi berulang kali, hingga akhirnya warga tersebut menyadari bahwa tempat itu bukanlah lokasi biasa.
Tak lama kemudian, muncul sebuah pawisik niskala yang mengarahkan agar didirikan sebuah pelinggih di lokasi tersebut. Pelinggih itu dibangun di atas bukit karang, bersebelahan langsung dengan jurang yang sangat curam. Dari sinilah kemudian berdiri Pura Paluang, yang hingga kini disucikan dan dijaga oleh masyarakat setempat sebagai tempat berstana Ida Bhatara.
Seiring berjalannya waktu, kembali diterima pawisik dari Ida yang melinggih di Pura Paluang, yaitu Ratu Gede Sakti Hyang Mami. Dalam pawisik tersebut, beliau meminta agar masyarakat membuatkan sebuah pelinggih berbentuk mobil. Konon, di alam niskala, Ratu Gede Sakti Hyang Mami memiliki kendaraan berupa mobil. Atas dasar itulah, dibuatlah pelinggih mobil Jimmy, yang hingga kini menjadi ciri khas utama Pura Paluang.
Di dalam pelinggih mobil Jimmy terdapat dua arca lanang dan istri, yang diyakini sebagai manifestasi Ida Bhatara yang melinggih, yakni Ida Bhatara Ratu Gede Ngurah dan Hyang Mami. Selain mobil Jimmy, terdapat pula pelinggih mobil VW Beetle yang dipercaya sebagai kendaraan para pengikut atau anak-anak beliau di alam niskala.
Cerita-cerita mistis pun turut mengiringi keberadaan pura ini. Warga setempat menuturkan bahwa pada malam hari, kerap terdengar suara deru mesin dan klakson mobil disertai sinar terang yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah barat laut. Namun suara dan cahaya tersebut hanya tampak sesaat, lalu menghilang tanpa jejak. Fenomena ini semakin menguatkan keyakinan masyarakat akan kekuatan niskala yang berstana di Pura Paluang.
Menariknya, pelinggih mobil di Pura Paluang diyakini telah ada sejak sekitar 300 tahun yang lalu, jauh sebelum mobil VW Beetle diproduksi di Jerman pada tahun 1938 hingga 2003. Hal ini menjadi salah satu misteri yang sulit dijelaskan secara logika, namun diterima dengan penuh keyakinan spiritual oleh masyarakat Bali.
Detail simbolik juga terlihat pada plat nomor mobil pelinggih tersebut. Plat VW KD 013 dimaknai sebagai Karang Dawa dan tanggal pembugaran pada 01-01-2013. Sementara plat mobil Jimmy DK 28703 GL memiliki arti DK sebagai kode Provinsi Bali, 28-07-2003 sebagai tanggal pembugaran, dan GL yang bermakna Gunung dan Lebah (jurang), sesuai dengan kondisi geografis pura.
Pura Paluang bukan sekadar destinasi spiritual, tetapi juga cerminan kuatnya hubungan antara masyarakat Bali dengan dunia niskala, tradisi leluhur, dan keyakinan yang diwariskan lintas generasi. Keberadaan pelinggih mobil di tengah kesucian pura menjadi simbol bahwa konsep spiritual tidak selalu harus terikat oleh logika zaman, melainkan oleh rasa bhakti dan kepercayaan yang tulus. Hingga kini, Pura Paluang tetap berdiri kokoh di atas bukit karang Nusa Penida, menjadi saksi bisu perpaduan antara sejarah, misteri, dan spiritualitas Bali yang tak lekang oleh waktu. (Abr /IDN).

0Komentar