![]() |
| Ilustrasi remaja yang sedang merenungkan hubungan dan batasan dalam sebuah relasi. Ilustrasi : AI Ambara /InfoDewataNews |
INFODEWATANEWS.COM - Menjalin hubungan di usia remaja memang penuh warna. Ada rasa senang, perhatian, hingga perasaan ingin selalu dekat. Namun, tidak semua hubungan yang terlihat manis sebenarnya sehat. Beberapa tanda sering kali dianggap wajar, padahal bisa menjadi sinyal bahaya jika dibiarkan terlalu lama.
Hubungan yang sehat seharusnya membuat kita merasa aman, dihargai, dan tetap bisa menjadi diri sendiri. Jika justru sebaliknya, mungkin sudah saatnya kamu mulai mengevaluasi.
Berikut empat tanda hubungan yang tidak sehat dan perlu diwaspadai.
1. Terlalu Mengontrol
![]() |
Sikap mengatur berlebihan dalam hubungan dapat membuat salah satu pihak merasa tertekan. Ilustrasi : Ambara /InfoDewataNews |
Jika pasangan mulai mengatur cara berpakaianmu, melarang berteman dengan orang tertentu, atau menuntut laporan setiap waktu, itu bukan bentuk perhatian yang sehat. Mengontrol bukanlah tanda sayang, melainkan tanda kurangnya rasa percaya.
Hubungan yang baik memberi ruang bagi masing-masing individu untuk tetap punya kehidupan pribadi. Kamu tetap berhak memiliki teman, hobi, dan aktivitas tanpa harus merasa diawasi.
Cara mengatasi:
Cobalah komunikasikan bahwa kamu butuh ruang dan kepercayaan. Jika pasangan tidak mau berubah dan terus membatasi, itu tanda hubungan tersebut perlu dipertimbangkan kembali.
2. Sering Membuatmu Merasa Bersalah
![]() |
Perasaan bersalah yang muncul terus-menerus bisa menjadi tanda komunikasi yang tidak sehat. Ilustrasi : Ambara /InfoDewataNews |
Dalam hubungan yang tidak sehat, salah satu pihak sering dibuat merasa bersalah atas hal-hal kecil. Misalnya, ketika kamu tidak membalas chat cepat, tidak bisa bertemu, atau ingin fokus belajar, pasangan justru merajuk dan menyalahkanmu.
Kalimat seperti, “Kalau kamu sayang, harusnya kamu…,” adalah bentuk manipulasi emosional yang sering tidak disadari.
Cara mengatasi:
Sadari bahwa kamu tidak bertanggung jawab atas perasaan pasangan sepenuhnya. Hubungan yang sehat dibangun atas pengertian, bukan tekanan.
3. Cemburu Berlebihan (Ini yang Sering Dianggap Wajar!)
![]() |
| Cemburu yang tidak terkendali dapat memicu ketegangan dalam hubungan. Ilustrasi Ambara /InfoDewataNews. |
Banyak remaja menganggap cemburu sebagai tanda cinta. Sedikit cemburu memang manusiawi, tetapi jika berlebihan hingga memicu pertengkaran, curiga tanpa alasan, atau memeriksa ponselmu tanpa izin, itu sudah tidak sehat.
Cemburu yang terus-menerus bisa membuatmu merasa tidak dipercaya dan lelah secara emosional.
Cara mengatasi:
Bangun komunikasi yang jujur dan transparan. Jika pasangan tetap menunjukkan sikap posesif meski sudah dijelaskan, kamu perlu mempertimbangkan apakah hubungan tersebut masih layak dipertahankan.
4. Kamu Takut Menjadi Diri Sendiri
![]() |
| Hubungan yang baik seharusnya memberi ruang untuk tetap menjadi diri sendiri. Ilustrasi : Ambara /InfoDewataNews. |
Ini tanda paling jelas namun sering diabaikan. Jika kamu merasa harus selalu bersikap tertentu agar pasangan tidak marah, takut berbicara jujur, atau merasa tertekan untuk menyenangkan pasangan, itu pertanda hubunganmu tidak sehat.
Cinta yang sehat seharusnya membuatmu berkembang, bukan berubah karena takut kehilangan.
Cara mengatasi:
Mulailah jujur pada diri sendiri. Tanyakan, apakah kamu bahagia? Apakah kamu merasa dihargai? Jika jawabannya tidak, jangan takut untuk mengambil keputusan yang lebih baik untuk dirimu.
Hubungan Sehat Dimulai dari Rasa Hormat
![]() |
| Hubungan yang sehat dibangun atas rasa saling menghargai dan kepercayaan. Ilustrasi : Ambara /InfoDewataNews |
Hubungan remaja bukan tentang seberapa sering mengunggah foto bersama atau seberapa romantis terlihat di media sosial. Yang terpenting adalah rasa saling menghargai, percaya, dan mendukung satu sama lain untuk bertumbuh.
Jika kamu menemukan tanda-tanda di atas dalam hubunganmu, jangan panik. Evaluasi, komunikasikan, dan jika perlu, berani melangkah pergi. Ingat, mempertahankan hubungan yang menyakitkan bukan bukti cinta—melainkan pengorbanan yang bisa melukai diri sendiri.
Karena pada akhirnya, hubungan yang sehat bukan yang membuatmu lelah, tetapi yang membuatmu merasa aman dan dihargai.
🖋️ Penulis: Ngurah Ambara | InfoDewataNews
☕ Pecinta kopi dan senja, yang percaya bahwa hubungan remaja bukan soal siapa yang paling romantis di media sosial, tetapi tentang keberanian mengenali tanda yang tidak sehat, menjaga batas, dan memilih tetap menghargai diri sendiri.






0Komentar