![]() |
| Ilustrasi Geregek Tonggek, makhluk gaib Bali yang dikenal dengan penampakan wanita misterius dan kehadirannya di tempat-tempat sunyi.Foto: AI Ambara/InfoDewataNews |
INFODEWATANEWS.COM – Kehidupan masyarakat Bali tidak hanya berkaitan dengan dunia nyata (sekala), tetapi juga erat dengan dunia tak kasat mata (niskala). Berbagai kisah tentang makhluk gaib masih hidup dan dipercaya sebagai bagian dari warisan budaya serta tradisi spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Kisah ini berkembang dalam tradisi lisan masyarakat Bali dan dipercaya sebagai bagian dari kekayaan folklor yang hidup di tengah masyarakat hingga kini.
Salah satu sosok yang cukup dikenal dalam cerita mistis Bali adalah Geregek Tonggek atau sering juga disebut Regek Tunggek. Makhluk ini disebut dalam Lontar Purwa Bhumi Kemulan sebagai bagian dari Bhuta Kala, yakni energi alam yang memiliki peran dalam menjaga keseimbangan, namun juga bisa menimbulkan gangguan bagi manusia.
Dalam berbagai cerita, Geregek Tonggek dikenal sebagai makhluk gaib penjaga perbatasan desa. Ia juga dipercaya menghuni wilayah setra atau kuburan, tempat prosesi kremasi dilakukan. Keberadaannya sering dikaitkan dengan energi kuat dari tempat-tempat yang dianggap sakral sekaligus angker.
Wujud Geregek Tonggek sendiri memiliki banyak versi. Ada yang menggambarkannya sebagai perempuan dengan wajah cantik di satu sisi, sementara sisi lainnya tampak rusak atau menyeramkan. Versi lain menyebutkan ia berwujud wanita cantik dari kejauhan, namun ketika didekati, wajahnya berubah menjadi sangat mengerikan. Gambaran yang paling populer adalah sosok wanita cantik dengan lubang besar membusuk di bagian punggungnya—sekilas mirip dengan sosok “Sundel Bolong”, meski memiliki latar cerita yang berbeda dalam tradisi Bali.
Dalam pementasan Calonarang dengan lakon “Sedah Wong”, diceritakan bahwa Geregek Tonggek merupakan makhluk yang tercipta dari amarah Dewi Durga saat diasingkan ke dunia oleh Dewa Siwa. Dalam murkanya, Dewi Durga menghentakkan kaki di Setra Gandamayu. Dari unsur tanah, api, air, hingga jasad yang terkubur, lahirlah berbagai makhluk menyeramkan. Dari jasad perempuan yang semasa hidupnya menjadi korban laki-laki, terciptalah sosok Geregek Tonggek.
Makhluk ini kemudian diperintahkan untuk menyebarkan gangguan kepada manusia. Dalam kepercayaan masyarakat, Geregek Tonggek memiliki kemampuan mengubah wujud melalui ajian tertentu, salah satunya dikenal sebagai Ajian Pudhak Sategal, yang membuatnya mampu tampil sebagai wanita cantik layaknya bidadari, meski hanya dalam waktu terbatas.
Geregek Tonggek kerap dikaitkan dengan kisah-kisah yang menyasar laki-laki, terutama mereka yang memiliki niat buruk. Ia dipercaya muncul untuk menggoda atau bahkan menyesatkan pria, dengan cara menyamar sebagai wanita cantik. Namun, di balik pesona tersebut, tersimpan wujud asli yang menyeramkan.
Dalam cerita yang beredar di masyarakat, makhluk ini juga disebut-sebut sering menampakkan diri di jalanan sepi pada malam hari. Bahkan ada kisah yang menyebutkan Geregek Tonggek bisa “membonceng” pengendara motor yang melintas sendirian, terutama di jalur yang dekat dengan setra atau wilayah sunyi.
Meski terdengar menyeramkan, kisah tentang Geregek Tonggek sejatinya mengandung pesan moral yang kuat. Sosok ini sering dimaknai sebagai simbol peringatan bagi manusia agar menjaga perilaku, khususnya dalam hal niat dan tindakan terhadap sesama.
Cerita mengenai Geregek Tonggek bukan sekadar kisah horor, melainkan bagian dari kekayaan budaya Bali yang sarat makna simbolik. Dalam konteks tradisi, makhluk ini merepresentasikan energi Bhuta Kala yang perlu diseimbangkan melalui ritual dan kesadaran manusia.
Hingga kini, legenda Geregek Tonggek tetap hidup dalam cerita rakyat, seni pertunjukan, serta kepercayaan masyarakat Bali sebagai pengingat bahwa keseimbangan antara sekala dan niskala harus senantiasa dijaga dalam kehidupan sehari-hari.(Abr/IDN)
Editor: Redaksi InfoDewataNews

0Komentar