TpOoBSG9TfCoGSd9TpY5GfC8Ti==
Light Dark

Ogoh-Ogoh “Gregek Tunggek” Karya Maestro Pan Lanang Banjar Penaka Viral Saat Pengerupukan Nyepi 2026

Redaksi InfoDewataNews |    🕒 Rabu, Maret 25, 2026
Gambar Utama

Ogoh-ogoh Gregek Tunggek karya maestro Pan Lanang dari Banjar Penaka, Desa Tampaksiring, tampil unik dengan konsep sosok makhluk astral yang duduk di atas ayunan di samping pohon besar saat pawai ogoh-ogoh malam Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun 2026. Ist/InfoDewataNews 



INFODEWATANEWS.COM, Gianyar - Ogoh-ogoh “Gregek Tunggek” menjadi salah satu ogoh-ogoh yang mencuri perhatian masyarakat saat pawai ogoh-ogoh pada malam Pengerupukan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2026. Ogoh-ogoh ini merupakan karya seorang maestro ogoh-ogoh dari Banjar Penaka, Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, bernama Pan Lanang.

Nama Pan Lanang sendiri sudah tidak asing di dunia perogoh-ogohan Bali. Tahun sebelumnya, ia sempat menggemparkan dunia ogoh-ogoh Bali dengan karya fenomenalnya yang dikenal dengan nama Beegan Peejng. Karya tersebut ramai dibicarakan karena konsep dan detailnya yang sangat berbeda dan berani. Tahun ini, Pan Lanang kembali memukau masyarakat melalui karya terbarunya yang berjudul Gregek Tunggek.

Secara visual, ogoh-ogoh Gregek Tunggek dibuat dengan konsep yang sangat unik. Sosok Gregek Tunggek digambarkan duduk di atas ayunan yang terbuat dari tali pohon. Di sampingnya terdapat sebuah pohon besar dengan cabang yang dimanfaatkan sebagai penyangga ayunan tersebut. Konsep ini membuat ogoh-ogoh terlihat seperti sebuah adegan hidup di tengah hutan, bukan sekadar patung ogoh-ogoh biasa.

Saat diarak pada malam Pengerupukan, ogoh-ogoh ini terlihat sangat hidup karena posisi duduk di ayunan membuatnya tampak seperti benar-benar sedang berayun ketika digoyangkan oleh para pengusung. Hal inilah yang membuat banyak masyarakat dan penonton tertarik, bahkan banyak yang mengabadikan ogoh-ogoh ini dalam bentuk foto dan video hingga akhirnya viral di media sosial.

Gregek Tunggek sendiri merupakan sosok makhluk astral dalam mitologi Bali. Hantu ini diyakini menghuni tempat-tempat lembap, pohon besar, serta area kuburan. Dalam cerita masyarakat Bali, makhluk ini konon sering mengganggu laki-laki, menakut-nakuti orang yang melintas di tempat sepi, serta terkadang digambarkan suka bermain dengan anak kecil.

Dalam mitologi tersebut, Gregek Tunggek juga diyakini memiliki sebuah ajian yang dikenal dengan nama Pudhak Setagal, yaitu kemampuan untuk mengubah wujudnya menjadi wanita cantik untuk menggoda laki-laki. Namun ketika wujud aslinya terlihat, sosok tersebut berubah menjadi makhluk menyeramkan. Cerita inilah yang kemudian diangkat menjadi konsep utama ogoh-ogoh Gregek Tunggek.

Ekspresi wajah ogoh-ogoh ini dibuat sangat unik, yaitu perpaduan antara wajah menyeramkan dengan ekspresi cantik, centil, dan manja. Konsep dua ekspresi dalam satu karakter ini menjadi daya tarik utama dari ogoh-ogoh tersebut, sekaligus menggambarkan bahwa tidak semua yang terlihat cantik dan menarik itu baik adanya.

Sebagai seorang maestro ogoh-ogoh, Pan Lanang dikenal selalu menghadirkan karya yang memiliki karakter kuat dan detail yang sangat rapi. Hal tersebut terlihat dari detail wajah, rambut, kostum, hingga ornamen pohon dan ayunan yang dibuat menyerupai bentuk asli. Ogoh-ogoh ini terlihat lebih seperti karya seni instalasi dibandingkan ogoh-ogoh pada umumnya.

Pada malam Pengerupukan menjelang Nyepi 2026, ogoh-ogoh Gregek Tunggek menjadi salah satu ogoh-ogoh yang paling ramai dibicarakan dan dianggap sebagai salah satu ogoh-ogoh paling unik dan kreatif tahun ini. Banyak masyarakat menilai karya ini sebagai perpaduan antara seni, mitologi, dan kreativitas modern dalam tradisi ogoh-ogoh Bali.

Melalui karya Gregek Tunggek, Pan Lanang kembali membuktikan bahwa ogoh-ogoh bukan hanya sekadar patung untuk diarak saat Pengerupukan, tetapi merupakan karya seni, cerita budaya, serta bentuk kreativitas generasi Bali dalam melestarikan tradisi dengan inovasi yang terus berkembang setiap tahunnya. Ogoh-ogoh Gregek Tunggek pun akhirnya menjadi salah satu ogoh-ogoh yang viral dan paling diingat pada perayaan Nyepi tahun 2026. (Abr /IDN). 

0Komentar

Copyright © 2025 - INFODEWATANEWS.COM . All Rights Reserved. Develop by Komunitas Ngranjing.
Tentang Kami | Perjalanan Kami | Makna Logo | Privasi | Syarat dan Ketentuan | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Redaksi | Kontak Kami